Berangkatlah Abangku,Menghadap Tuhan kita Disana,”Nasehatmu akan menjadi Petunjuk Bagi Hidupku

Ilustrasi
partukkoan.com

Catatan: Hatoguan Sitanggang

Dua Minggu terakhir ini saya (penulis)seperti kurang bersemangat “entah kenapa “untuk menekuni propesiku yang sudah  mulai kugeluti beberapa tahun terakhir ini,dalam benakku Cuma mengingat abangku Nomor dua (Op Halomoan Sitanggang) yang bertanggung jawab penuh semua utang adat kami sebagai Anak tertua pomparan raja Sitempang (op Raja Sitanggang) ,Yaitu Sitanggang Bau(Op Raja Panukkunan)

Op Halomoan selama ini tinggal di bona pasogit selalu bertanggung –jawab menanggung jawabi semua  persoalan  adat - istiadat yang ada dilingkungan Marga Sitanggang terkhusus dibonapasogit ,apalagi kami dari garis keturunan keluarga Besar Anak tertua Op Raja Sitempang salah satu Raja Bius diPangururan Kabupaten samosir.

Dua tahun terakhir ini Op Halomoan kerab sakit-sakitan walaupun demikian dia selalu hadir disemua acara adat namun  dimana hari demi hari penyakitnya bertambah parah dan terakhir kali sudah pasrah saja,untuk tidak usah diobati lagi saat kajak diberobat kerumah Sakit ,dia jawab pasrah ,”sudahlah Anggia berdoa saja la Kalian semua,dengan wajahnya tidak bersemangat lagi,namun malam itu dengan bahasa mengiba saya sedikit memaksa serta  mengajak agar dia mau berobat”,Pokoknya Bang aku tidak mampu melihat abang merintih kesakitan seperti ini,sahutku.

Dengan berat hati dia terpaksa mengiyakan,dan kamipun berangkat membawa berobat kerumah sakit pada malam itu atau sekitar pukul 3.00 Pagi,sesampai disana dia diperiksa rupanya tensinya sudah Drop sudah berkisar 60an.

Setelah beberapa hari dirumah sakit,perubahan belum juga menunjukkan tanda-tanda sembuh,akhirnya dia memohon untuk dibawa pulang saja kerumah “karna tidak ada gunanya,katanya

Dengan berat hati semua keluarga terpaksa membawa pulang,tepatnya hari jumat Pagi,malam itu dia merasa agak lumayan sudah bisa teleponan kepada anak-anaknya yang ada diperantauan untuk pulang,setelah itu dia tidur tenang sampai pagi,

Pagi itu sekitar Pukul Sembilan Pagi Sabtu(27/6)abangku,menghembuskan Napas terakhirnya dipangkuan ibuku yang sudah tua renta,”dengan Suara Parau ibuku memanggil nama anaknya yang sudah lebih dulu meninggalkanya,isak tangis ibuku tidak dapat lagi terbendung lagi,”kenapa tuhan anak ku lebih dulu kamu panggil(tumagon parjolo atu tuhan)sambung ibuku,

Sambil menangisi anaknya,melihat itu saya hanya dapat terpaku dan tidak dapat berkata-kata walaupun sepata katapun untuk kuucapkan,Cuma aku hanya dapat mengingat nasehatnya semasih hidupnya  agar saya mengikuti jejaknya untuk membayar adat- istiadat yang tidak akan pernah lunas dari peradapan orang batak yang sudah dipertahankan dari  beberapuluh generasi dari garis keturunan siraja batak.

Semasa hidupnya Walaupun  Op Halomoan Sitanggang (almarhum red)bukan anak tertua dikeluarga kami namun dia sudah berhasil,membawakan nama Op Raja Sitempang  khususnya kami keturunan anak tertua Op Raja Sitanggang pada pegelaran Adat Istiadat dibona Pasogit,seperti pegelaran acara bulang-bulang dan banyak lagi acara adat batak lainya.

Kami ada delapan Bersaudara dari Garis keturunan Op Raja Sitempang )nama Bapak Saya Gerhat Sitanggang(almarhum)(Pomparan tertua anak dari Op Raja pangururan Red)yan berdomisili di Huta Hariara Sigurdung Desa Lumban Pinggol Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir,

Ucapan terakhir yang dapat kupersembahkan buat abangku tercinta,Borhat Ma Abangku Mandapootton tuhan Tai dohot Damai  ,Sude Poda Mi,Hubaen Gabe Sulu Digolukon(berangkatlah abangku menghadap tuhan kita dengan damai semua nasehatmu akan kubuat menjadi acuan dalam hidupku),”kata terakhir nasehatnya yang pernah kudengar dari Dia,”Mangolu Jolma Di Handang Adat Mate Di Handang Tano”.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Hatoguan Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment