Bupati Samosir:Tolak Keras Pemilihan Kepala Daerah Oleh DPRD

Partukkoan.com

Samosir  - Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon Secara Tegas Tolak  Rancangan Undang-Undang  Pilkada yang yang dipilih langsung oleh DPRD dimana dijadwalkan disahkan pada September ini ,penolakan  ini juga keras dari berbagai elemen masyarakat di Negara Kesatuan Ripublik Indonesia.

Dimana  Polemik RUU mulai berkembang dengan sistim pengaturan proses pemilihan langsung oleh rakyat diganti dengan pemilihan tidak langsung atau pemilihan yang dilakukan oleh anggota DPRD dapat menghasilkan perang opini antara  pro dan kontra ditengah Publik.

Akhirnya Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon yang terpilih sebagai Kepala Daerah  (KDh)
dari proses pemilihan langsung Sabtu(13/9)di Pangururan didampingi  Wakil Bupati Rapidin
Simbolon yang terpilih melalui DPRD untuk periode sisa masa jabatannya.

Mangindar menjelaskan,‘’Dari Kajian ilmiah,konstitusi dan pengalaman sejarah,sistim pemelihan KDh
,yang terbaik secara langsung dipilih oleh rakyat dan bukan DPRD,Tata cara Pilkadasung ini,perlu disempurnakan, integritas para penyelenggara (KPUD) perlu ditingkatkan serta kesadaran masyarakat dimantapkan.

Tujuannya guna meningkatkan kualitas Pilkada langsung dan mengurangi dampak negative yang pernah ada sekaligus untuk mewujudkan pemimpin daerah yang semakin baik dan berkualitas demi kesejahteraan masyarakat,imbuhnya

Pada kesempatan itu Mangindar juga yang mengaku berbicara di Rakornaslub  di Jakarta,  mewakili Asosiasi Pemerintah Kabupaten/Walikota  Seluruh Indonesia (APKASI/APEKSI ) menjelaskan, bukan persoalan anggaran yang menjadi pertimbangan utama penolakan RUU Pilkada ini walaupun telah diajukan konsep untuk mengurangi biaya Pilkadasung, tapi yang lebih utama hakekat demokrasi yang berkedaulatan rakyat.Juga mewujudkan kesetaraan antara KDh dan DPRD sama-sama dipilih rakyat. Namun tugasnya saling melengkapi (check and balance) artinya KDh bukan bawahan DPRD begitu juga sebaliknya.

Mengenai menekan timbulnya konflik dampak dari Pilkadasung, Bupati dua periode ini mengatakan konflik pasti bisa dieliminasi bila penyelenggaradan keamanan lebih kompoten, netral dan obejektif,’’ ujarnya mengakhiri.

Sementara itu ditempat yang sama Wakil Bupati Samosir , Rapidin Simbolon yang terpilih dari proses pemilihan DPRD untuk periode sisa masa jabatan bupati samosir menegaskan  secara pribadi tidak setuju pemilihan tidak langsung atau pemilihan melalui DPRD,’’Walupun saya terpilih jadi wabup melalui pemilihan DPRD, namun saya menolak RUU Pilkada yang memilih KDh melalui pemilihan DPRD,’’ tegasnya.

‘’Sejatinya demokrasi adalah pemilihan secara langsung oleh masyarakat untuk memilih pemimpinya,’’ tutur Rapidin.

Seperti diketahui, pemilihan langsung kepala daerah telah bergulir sejak 2004 lalu. Pemilihan langsung itu dinilai telah menghadirkan wajah-wajah baru dalam peta perpolitikan Indonesia.(hatoguan Sitanggang)

loading...
Share on Google Plus

Tentang Hatoguan Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment