Mosi Tak Percaya DPRD Terlalu Dini



Samosir Partukkoan.com
Mosi tak percaya yang terjadi sekarang ini di Lembaga DPRD Samosir  dinilai terlampau dini,hal ini diungkapkan Lundak Sagala Mantan Wakil Ketua DPRD Samosir pada periode 2009 - 2014 lalu, kepada Wartawan ,kamis ( 12 / 3) Di Pangururan
 Lundak Sagala mengatakan bahwa alasan, yang seharusnya  mengamanahkan sesuai dengan PP No 16 Tahun 2010 tentang proses Tatib serta alat kelengkapan DPRD yang termasuk,Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta alat kelengkapan lainnya yaitu seperti pembentukan ,ketua komisi,ketua fraksi,badan kehormatan dewan ( BKD ) Banmus, dan Banggar terangya.

Dia menjelaskan,"sehingga kalau ada masalah dilembaga yang terhormat tersebut, anggota DPRD dapat  menyurati pihak BKD sehingga ditindak lanjuti pembahasan  dan pembentukan Pansus,Seharusnya semenjak anggota DPRD Samosir sudah dilantik pada periode 2015 - 2019 dengan ketua dan wakil ketua sementara,sudah terbentuk tatanan dan alat kelengkapan itu,dan sebelum ketua depenitif terpilih,sehingga mempercepat proses kegiatan dilembaga terhormat ini dapat berjalan dengan baik.
                
Disini kita mengingat waktu sudah berjalan ditahun anggaran 2015,alat kelengkapan belum jelas,sehingga terjadi Mosi Tak percaya dari pihak anggota DPRD kepada ketua DPRD ,Rismawaty Simarmata,wakil ketua Jonner Simbolon dan wakil ketua,Nurmerita Sitorus,Ungkapnya Lundak

Sementara itu Skretaris LSM ICW Korda Samosir Gomgom Singa ,mengatakan bahwa terkait permasalahan itu ada issu berkembang dimasyarakat samosir bahwa dan pembahasan Anggota DPRD sepertinya belum mengamanahkan PP no 16 tahun 2010 tentang pembentukan tatib alat kelengkapan,mengingat situasi dan kondisi kabupaten samosir,peralihan DPRD yang sudah Purna bhakti kepada DPRD yang sudah dilantik periode 2014 - 2019, serta terkait dalam proses melaksanakan fungsinya dimana untuk Nota Jawaban Bupati  T.A 2014.

Perlu kita ketahui bersama seyogianya tiga bulan akhir mata anggaran sudah harus waktu dipertanggungjawabkan,dampak kejadian itu berakibat anggota dprd Samosir hingga saat ini belum juga berhasil membentuk tatib,sebagai alat untuk melaksanakan fungsinya,dengan adanya seperti itu maka anggota dprd Samosir belum dapat menggunakan anggaran kegiatan mengingat tatib belum lengkap, sebagai wakil rakyat imbuh, Gomgom . 
                ketika hal ini dikonfirmasi Wartawan kepada Ketua DPRD Samosir,Rismawati Simarmata tidak dapat menjelaskan apa yang sedang terjadi Lembaga Dewan yang terhormat tersebut ,karena 15 orang anggota DPRD dari berbagai Partai sudah menyurati Pemkab dan menjumpai sekda minggu sebelumnya terkait '' Mosi tak percaya kepada pimpinan DPRD''.
               Selanjutnya Sekwan,Drs.Marsinta Sitanggang ketika disambang wartawan di kantornya,menjelaskan terkait masalah ''Mosi tak percaya '',segera akan dapat terselesaikan hanya menunggu waktu lobby antara fraksi - fraksi tegasnya kepada wartawan,juga menjawab batasan waktu sekwan,mengatakan bahwa yang mengatur sesuai dengan pp no 16 tahun 2010 terkait tatib, tidak ditentukan batasan waktu dalam melaksanakan proses pembentukan tatib dan alat kelengkapan.
             Senada Wakil ketua ,Jonner Simbolon ketika dihubungi Wartawan melalui telepon gemgamnya menjelaskan bahwa ada terjadi masalah tentang alat kelengkapan DPRD Samosir saat ketika pembahasan di gedung rapat dprd parbaba minggu yang lalu,hingga terjadi skors rapat pembahasan oleh Ketua Dprd,Rismawati, pasca kejadian itu sehingga ketua fraksi - fraksi yang sudah sempat menyerahkan alat kelengkapan, mereka menarik kembali  semua berkas yasng sudah  sempat diserahkan kepada meja pimpinan  ,Terangnya
loading...
Share on Google Plus

Tentang Hatoguan Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment