Perjuangan dan Kasih Seorang Ayah

Partukkoan - Samosir, Kehidupan ini sering kali kita temukan kalimat tentang kasih seorang Ibu. Kalimat kasih ibu sepanjang masa menjadi sebuah fenomena hidup hingga saat ini.

Namun, kita juga pasti pernah merasakan kasih seorang ayah. Kasih yang luar biasa bahkan terkadang melebihi kasih Ibu kepada anak-anaknya. 

Tanpa terasa pria itu kini sudah tua, sebut saja nama orang tua itu Marino. Hidupnya yang sudah lanjut ternyata meninggalkan kenangan yang teramat menyentuh. 

Pahitnya dunia ini dijalani dengan senyuman, bersama seorang anak dia harus menjadi pemain ganda dalam rumah tangganya. Selain menjadi ayah, Marino pun harus menjadi seorang ibu.

2 Tahun setelah anak marino lahir, sang Ibu pergi entah kemana, hingga belakangan hari Marino mendapat informasi bahwa ibunya telah menikah lagi dengan pria lain.

Setahu istrinya pergi meninggalkan mereka berdua, tidak lantas membuat Marino jadi putus asa. Kekuatan ayah itu pun muncul tak kala melihat senyum dan tangis anaknya yang bernama Rio.

Tahun demi tahun dijalaninya bersama anaknya, Rio dibesarkannya dengan penuh kasih sayang. Hingga suatu saat di umurnya yang masih muda Rio jatuh sakit dan di vonis dokter gagal ginjal.

Bingung bercampur risau, sang ayah yang hanya buruh birokrat di salah satu kantor pemerintahan ini mulai mencari cara agar anaknya dapat disembuhkan. Namun ternyata, semua usahanya sia-sia.

Dengan penghasilan yang pas-pasan, Marino tidak dapat mencari ginjal pengganti untuk anaknya. Hingga suatu saat ketika Rio telah beranjak dewasa, Marino akhirnya memberikan ginjalnya sendiri kepada anaknya, agar anaknya dapat hidup normal lagi.

Rio, anak tanpa ibu ini menyadari betapa kasih bapanya kepadanya. Sehingga dirinya selalu berusaha memberikan yang terbaik buat ayahnya.

Dalam pendidikan Rio selalu juara, hingga akhirnya rio di terima di salah satu perusahaan ternama di Los Angles. Semua upaya dan daya dilakukan Rio untuk mengembalikan ginjal ayahnya yang hanya tinggal satu, akan tetapi tidak berhasil, karena kesesuaian tubuh dan umur sang ayah yang tidak memungkinkan.

Tibalah saat yang menyedihkan itu.. , Sang ayah harus kembai ke Pangkuan Sang Maha Kuasa. Dengan menitipkan pesan kepada anaknya, agar tetap mengasihi anaknya kelak seperti apa yang dilakukanya kepada rio.

"Engkaulah hartaku nak, engkaulah hidupku, tiada arti hidup ini jika engkau tidak berarti rio. Melihatmu berhasil dan berguna, serta kasihmu kepada bapa membuat hidupku berguna. kelak engkau akan merasakan betapa bahagianya memiliki anak yang menyanyangimu. Dan kasihilah anakmu sebagaimana bapa mengasihimu" kata Marino kepada anaknya di detik-detik hidupnya di rumah  sakit.

Bapa juga memiliki kasih yang luar biasa, walau terkadang pria lebih sering ego dari pada wanita. Akan tetapi kasih ayah juga sangat tulus dan murni jika kita menjiwainya.


loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment