Menelisik Dunia Malam di Samosir

Ilustrasi
Partukkoan.com - Samosir, Lampu remang dan alunan musik keras dimulai malam itu. Sekira pukul 07.00 Wib, sekumpulan wanita memulai kegiatannya melayani para tamu yang datang.

Tidak ketinggalan hujan deras saat itu ikut serta menambah dingin dan riuhnya nuansa dugem para waitres yang memang masih baru.

Samosir dengan julukan Negeri Indah Kepingan Surga, ternyata tidak hanya menyimpan puluhan pemandangan yang indah, namun disini, dunia gemerlap malam juga ternyata ada.

Sudah barang tentu ini menjadi dilema, di satu sisi dengan adat budaya yang masih dominan membuat sebahagian merasa terganggu akan situasi ini, namun banyak pula yang tidak peduli seolah mengamini dan mengijinkan itu terjadi. 

Penelusuran partukkoan.com, dunia malam seperti kafe bukan barang baru di Samosir. Bebarapa titik yang menjadi bahan tulisan saat ini telah ditinjau dan diamati oleh partukkoan.com sendiri.

Malam itu, sebut saja Bunga, salah satu pelayan cafe atau sering disebut sebagai waitres dengan gamblang kepada partukkoan.com mengakui bahwa dirinya adalah pemain lama di dunia malam.

Ini sudah menjadi rutinitas bagi saya, bukan hanya sebagai pekerjaan tapi juga menjadi sebuah hobby yang tak dapat lagi dilepaskan. Demikian diungkapkannya kepada partukkoan.com

Menurutnya, ada banyak jenis dunia hiburan malam, salah satunya adalah seperti kafe-kafe yang didudukinya saat ini. Dirinya juga tidak menampik banyaknya tawaran pria hidung belang untuk memboking dirinya. Alkisah itupun diceritakannya panjang kepada partukkoan seolah ingin curhat seraya menghabiskan waktu dalam kesendiriannya.

"Terkadang, saya bahkan diboking oleh para tamu yang datang. Ada yang berani blak-blakan, ada juga yang melalui perantara" ujarnya sambil menghisap sebatang rokok.

Pekerjaan sampingan ini katanya, bukanlah rahasia lagi. karena memang sebagai pelayan hanyalah sebuah modus saja.

Selain kisah di atas, baru-baru ini juga, Samosir digemparkan kejadian yang memalukan. Dimana menurut informasi yang dihimpun partukkoan, seorang pelajar menjadi korban atau barang kali sengaja masuk dunia bisnis esek-esek.

Cabe-cabean istilah warga setempat, menjerumuskan pelajar ini dalam dunia hitam.

Beberapa warga yang mulai merasa jengah atas situasi ini mengharapkan agar Pemerintah Daerah melakukan upaya-upaya yang maksimal kedepannya agar model-model kasus tersebut tidak terulang kembali.

Persoalan dunia malam ini bagai bom, ketika meledak akan merembes jauh di sekitarnya. Adanya keterkaitan antara dunia malam dengan narkoba juga merupakan isyarat penting untuk segera ditanggaulangi.

Bukan hanya kaum dewasa saja yang akan menjadi target, kaum pelajar juga pasti akan mendapat dampak dari dunia malam ini, seiring perkembangannya bagai jamur di musim hujan.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment