Orang Tua Renta Disamosir Demi Anak Istri, Rela Upahan Diladang Warga

Pangururan,Partukkoan.

Sungguh miris nasib Orang Tua yang satu ini walau umur sudah menjelang senja atau tua renta namun demi tanggung jawabnya sebagai kepala Keluarga dalam membutuhi kebutuhan pokok sehari hari, dirinya harus rela membanting tulang bekerja diladang warga dengan upahan Rp 50 Ribu setiap harinya .

Seperti pepatah batak menyebutkan, "Anakhon hi do Hamoraon Di Au". Pria ujur itu rela mencangkul diladang orang demi kedua anaknya yang telah lama dinanti-nantikannya. "Puluhan tahun lamanua saya  menantikan anak ini dari Tuhan" Kata Aliman Nadeak (78) Partukkoan.Com Kamis (24/4) dirumahnya di Desa Huta Tinggi Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

Aliman menceritakan, kronologis kehidupan pribadinya terpaksa harus menikah hingga empat kali demi mendapatkan anak sebagai penerus garis keturunannya. karena anak bagi orang batak sangat tinggi nilainya, bahkan tak dapat dinilai dengan uang. "Walau hati berontak, ini terpaksa saya lakukan demi mendapatkan keturunan" ujar Aliman

Aliman Nadeak (78) Pria yang sehari hari disapa dengan panggilan Sigantang Sira memiliki dua anak  yaitu : Prisson (8) dan Obama (3) hasil buah peenikahannya dari istri keempat R Br Malau Warga Desa Huta Tinggi.

Mengingat dan merenungkan kembali kisahnya, Aliman kemudian menceritakan kehidupan rumah tangganya. Lima tahun silam, cerita Aliman, Pernikahanannya dengan istri pertama Br Limbong (+) begitu juga istri kedua (+) Br Panjaitan, hingga maut memisahkan mereka, Aliman dan kedua istrinya tersebut belum mendapatkan momongan. 

Cerita berlanjut, aliman kemudian menikah lagi untuk yang ketiga kalinya dengan seorang wanita Br Surat. Namun, sama seperti Sebelumnya, hingga berselang puluhan tahun kemudian, Sigantang Sira dan Br Surat  pun belum dikarunia anak. Boru Surat, boru ni Rajai (istri disebut sebagai boru raja merupakan kalimat yang wajib disebutkan orang batak) lanjut Aliman, dengan penuh pengertian akhirnya meminta saya kembali menikah. Hal ini kata Aliman, agar dirinya memiliki keturunan.

Ada perasaan menolak, namun keinginan kuat untuk memiliki ketruanan serta dorongan istri ketiganya, Aliman pun menikah dengan seorang wanita bermarga Malau. Dan Mukjizat itupun terjadi, berselang satu tahun kemudian istri ke-empatnya mulai mengandung sampai sekarang sudah memberikan saya 2 anak laki-laki. "Ini merupakan karunia yang luar biasa dari Tuhan, dan ini sesuat muzijat dari tuhan yang tidak pernah lagi kuharapkan mengingat saya sudah tua. Walau demikian saya harus tetap semangat dan berjuang membesaran mereka meskipun fisik saya sudah sangat tua" lirih Aliman.

Melihat kedua anak tersebut tambah aliman, semangatnya berapi-api. Bahkan dirinya rela untuk melakukan pekerjaan apapun. Terkait biaya anak-anak, istri ketiganya br. Sinurat juga kerap membantu. Bahkan pengakuan aliman, sekarang Br. Surat telah membangun tempat tinggal kami dan anak-anak di daerah salaon wilayah samosir kecamatan ronggur nihuta.

"Selama sembilan tahun ini Br Surat sudah banyak membantu kami dalam membelanjai anak-anak Istri ketiga saya itu juga sangat gembira dengan kehadiran kedua anak ini, bahkan dia saat ini telah membangun rumah kami dari penjualan hasil kebun kopinya yang disalaon" terang aliman.

Dengan penuh harap Orang Tua itu ingin kedua anaknya dapat berguna bagi Nusa dan Bangsa dan taat beragama, terlebih-lebih kepada Tuhan. Serta mampu membawa harum namanya kelak.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Hatoguan Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment