Perhelatan Pilkada Samosir Tahun 2015 Sudah Diambang Pintu



Oloan Simbolon Sosok Pemimpin, Dapat Bangun Samosir menuju yang lebih baik 


Saat ini suhu Politik disamosir mulai memanas dan para figur balon Bupati mulai bermunculan kalau tidak salah menurut amatan penulis mereka itu anak samosir merantau di Desa nauwalu(8) yang datang ke samosir membawa Visi dan Misi ingin membangun Samosir hingga muncul "pertanyaan" ,Apakah mereka itu mengenal samosir  dengan baik  dan sebesar apa Niat mereka ingin membagun daerah ini  karena kata-kata kiasan itu sudah kerab  didengar rakyat samosir yang tidak mengerti Politik ,karena sebagian orang rakyat  hatinya "telah terpatri" kalau ada datang balon bupati kedesa mereka dipastikan sudah membawa uang banyak dan pastikan akan disuruh menggarap keluarga lainya dan menurut saya rakyat  itu tidak bisa disalahkan lagi karena mereka cuma korban politik uang saja(maney Politik) yang telah membudidaya dibumi samosir.

Ini saatnya samosir harus mampu berubah dimana perhelatan  Pilkada 2015 yang sudah diambang pintu ,barang tentu hak pilihmu tentukan pembangunan 5 tahun didaerah ini dari keterpurukan,kunci utama kesadaran kita masing-masing person"tolak keras politik uang " (maney politik) kata Oloan Simbolon ketika disambangi Partukkoan.com Sabtu(4/4)

Bagi Rakyat Samosir Wajah Calon balon bupati  yang satu ini tidak asing lagi ,ditambah keseharian,"sederhana  apa adanya merupakan ciri khas Oloan Simbolon, ST (46)". Tak heran, perilaku tersebut membawa Oloan sukses menjalani hidup dan telah pernah menduduki lembaga legislatif dalam kurun waktu 3 periode atau hampir 15 tahun yaitu mulai dari Kabupaten Tobasa,Samosir Hingga anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara hingga sempat dipercayai memimpin Komisi A DPRDSU saat itu .

Perlu diketahui bahwa Oloan Simbolon Asli putra Samosir  pria kelahiran Pangururan 3 Maret 1969 dan menikah dengan Maida Silalahi (38)dan mereka telah dikarunia 3 putri dan dua anak hasil perkawinan dengan boruni raja i Silalahi adapun nama anak pertama yaitu ;(1)Stella Oktaviani ,kedua(2) Primus Mayland , (3)Petti Joice Chrisfield (4) Zelta Ogrilica dan yang ke(5)Magnus simbolon Adapun Perjuangan Oloan simbolon mulai meniti karir dikancah politik dan berhasil menduduki kursi di lembaga legislatif yaitu  Pada tahun 1999 lalu. yang  Artinya ini , dapat diraih berbekal kepribadian diri serta pengalaman praktis organisasi dari Pemuda Katolik, Oloan terbukti tidak kesulitan meraih kursi wakil rakyat berpredikat merakyat saat itu . Sikap rendah hati dan pengalaman organisasi Oloan ternyata berkorelasi erat dengan rutinitas kegiatan yang memang membutuhkan umpan balik berbentuk kesepahaman atau pesona banyak orang/kalangan berkepentingan. dengan bermodalkan mental organisasi serta latar belakang pendididkan formal serta pengenalannya dengan baik  samosir  diyakini dapat pimpin dan membangun samosir, ditambah lagi bekal Rendah Hati  yang tidak terlepas lagi dari keseharianya.
Oloan Simbolon saat masa Kecil dan Pendidikan, ditempa dalam bimbingan sang bapak yang bekerja sebagai  tukang kayu dan ibu petani, Oloan menghabiskan masa kecil dan pendidikan di beberapa daerah terpisah. Pendidikan formal dari Sekolah Dasar (SD) Inpres Pardomuan I Pangururan diselesaikannya tahun 1982. Kemudian menamatkan studi dari SMP Budi Mulia Pangururan pada tahun 1985. Sementara jenjang pendidikan menengah atas dirampungkan Oloan dari SMA Budi Mulia Pematang Siantar tahun 1988.

Ternyata oloan Simbolon  tidak puas mengecap pendidikan sebatas menengah atas. Pada tahun 1988, seusai menimba ilmu dari bangku SMA, Oloan memutuskan hijrah ke Medan dan mendaftar ke pendidikan tinggi Universitas Katolik (Unika) ST Thomas Medan. Predikat Sarjana Teknik Sipil pun berhasil diraih Oloan tahun 1999. "Saya sudah aktif di organisasi Pemuda Katolik saat masih kuliah. Dan sebelum mengikuti wisuda sarjana S-1, saya telah menikahi bekas pacar bernama Maida Silalahi pada tanggal 3 Januari 1998," kenangnya tersenyum, sembari menambahkan, sedari tahun 2011 sampai sekarang sedang menuntut ilmu lagi di program S-2 Ilmu Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan (Unimed).
Awal  Karir Legislatifnya di DPRD Kab Tobasa saat itu menurut Oloan sambil menceritakan, perjalanan karirnya memasuki lembaga legislatif bukanlah sesuatu yang pernah direncanakan awal karena muncul sendiri atas dorongan hati yang paling dalam. Pada tahun 1989 saat masih kuliah dan aktif di organisasi Pemuda Katolik, katanya, ketertarikan memasuki dunia politik dimulai dari bendera Partai Katolik Demokrat (PKD). Menurut dia, ketertarikan tersebut ditindaklanjuti dengan menjumpai dan memperkenalkan diri kepada Ketua PKD Kab Toba Samosir (Tobasa), disela-sela pertemuan Nasional Pemuda Katolik yang digelar di Medan tahun 1999. Merasa dapat sambutan hangat dari Ketua PKD Kab Tobasa, selanjutnya Oloan mendaftar jadi Caleg PKD Kab Tobasa pada tanggal 18 Maret 1999.

"Saya wisuda sarjana tahun 1999. Sebelum wisuda saya sudah mendaftar jadi Caleg. Artinya, pilihan ke PKD spontan saja sebab saya memang aktivis Pemuda Katolik. Karena jumlah Parpol juga relatif banyak waktu itu," singkapnya. Setelah resmi menyandang status Caleg PKD No urut 1 untuk duduk di DPRD Kab Tobasa, Oloan langsung melakukan konsolidasi kepada masyarakat pemilih"ungkapnya.

menurutnya ,saat itu dia berjalan ke sana ke mari hanya demi memperkenalkan diri dan merebut hati rakyat. Dia juga bergerak kesana-sini menemui keluarga karena untuk meminta bantuan dana kampanye. Singkat cerita, upaya Oloan akhirnya membuahkan hasil. Sebanyak 8.000-an suara rakyat diperoleh PKD dari Pangururan Tobasa dan memposisikan Oloan sebagai anggota DPRD Kab Tobasa masa bakti 1999-2004. "Tanggal 27 Oktober 1999 saya resmi dilantik anggota DPRD Tobasa. Kalau dihitung-hitung, biaya pribadi saya mulai daftar sampai pelantikan mencapai Rp. 27 juta. Saya dipercaya menjabat Ketua Komisi D DPRD Tobasa sejak tahun 1999-2003," beber putra ke-6 dari 7 bersaudara itu.
Adapun Karir Legislatif di DPRD Kab Samosir ,Pada tahun 2004 Oloan terpaksa memutar haluan. Dia berganti bendera partai politik sebab KPU memutuskan PKD tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2004. Walau berat bagi Oloan karena sejak tahun 2002 sudah dipercaya memimpin PKD Sumut, toh fakta tersebut tidak mungkin diingkarinya. Politisi berpostur 161 Cm dengan berat 68 Kg ini tetap semangat berjuang dan tidak kehilangan akal. Tahun 2003 Oloan melirik bendera baru bernama Partai Persatuan Daerah (PPD) dan langsung dipercaya memegang posisi Ketua PPD Tobasa. Sejalan dengan itu, kondisi daerah pasca Pemilu juga mulai berproses panas seiring dengan arus tuntutan otonomi daerah yang mengharuskan Kab Samosir mekar pada awal tahun 2004. Oloan pun mematok target diri sebagai Caleg PPD untuk DPRD Kab Samosir. Haluan yang diputar Oloan ternyata tidak sia-sia. Strategi yang dijalankannya bukan pula isapan jempol belaka. Bendera PPD yang diusung berhasil meraih 3 kursi. Oloan pun duduk lagi sebagai anggota legislatif di DPRD Kab Samosir periode 2004-2009 dengan jabatan Wakil Ketua selama 5 tahun masa bakti.
Karir Legislatif di DPRD Provinsi Sumut ,Merasa belum puas berbakti pada 2 daerah kabupaten, selanjutnya Oloan bertekad mengabdi ke daerah lain yang lebih luas. Dia membidik lagi kursi legislatif di DPRD Provinsi Sumatera Utara dalam Pemilu Legislatif tahun 2009. Daerah Pemilihan (Dapil) 8 yang meliputi; Kab Tobasa, Kab Samosir, Kab Tapanuli Utara (Taput), Kab Humbang Hasundutan (Humbahas), Kab Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, akhirnya diputuskan Oloan menjadi lumbung-lumbung strategis yang akan diperjuangkan. Dasar Oloan tetap saja Oloan, indah nama seiring peruntungannya..! Bukan apa-apa, langkah-langkah dan sepak terjang Oloan sepertinya selalu didukung oleh nama besar yang melekat. Dalam artian, kalau orang Batak saja mendefenisikan 'Oloan' sebagai ; yang diikuti, yang dicontoh atau yang dipanuti, maka realita makna nama itu kembali terbukti 'sakti' bagi rakyat 6 Dapil yang digarap saat Pemilu Caleg 2009. Rakyat di sana patuh mengumpulkan suara untuk Oloan sehingga membuatnya resmi jadi anggota DPRD Sumatera Utara peiode 2009-2014.
Setelah 3 tahun duduk menjadi anggota DPRD Sumut, pada tahun ke-4 Oloan dipercaya memegang jabatan strategis sebagai Ketua Komisi A DPRDSU membidangi persoalan hukum/pemerintahan. Sebelumnya tahun ke-1 dan ke-2 Oloan cuma anggota Komisi A dan tahun ke-3 sebagai anggota Komisi C. Begitulah sekelumit cerita hidup Oloan Simbolon di blantika legislatif. Kendati sukses dalam titian panjang kehidupan, sang Oloan Simbolon tidak pernah suka membusungkan dada. Tetap saja bergaya sederhana, rendah hati dan apa adanya. Jadi sangat masuk akal bila bekal sikap-sikap tersebutlah yang sebenarnya membuat dia selalu mulus mengarungi gelombang apapun dan kerap dipercaya memegang beberapa jabatan organisasi hingga saat ini. Diantaranya; Wakil Ketua KNPI Kab Tobasa 2001-2004, Ketua Pengcab IPSI Kab Tobasa 2002-2005, Ketua Pengcab IPSI Kab Samosir 2005-2008, Ketua Harian KONI Kab Samosir 2005-2010, Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Indonesia (BAPOPSI) Kab Samosir 2006-2011, Ketua Panitia Lokal Pesta Bolon Simbolon se-dunia tahun 2007, Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut masa bakti 2007-2010 - 2010-2013, Ketua Bidang Keanggotaan/Diklat DPP Pemuda Katolik Indonesia 2012-2015 dan Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut periode 2012-2017.
Jadi saat ini kesempatan baik untuk masyarakat samosir melakukan perubahan ,"Tolak Keras Politik Uang(maney Politik),"pilihlah Pemimpin mental Pimpinan  dan mengenal samosir dengan baik serta punya niat kuat  ,barang tentu dengan dasar itu  kita telah meletakkan pondasi menuju pembangunan samosir yang lebih  baik ,Pungkas Oloan mengakhiri.



loading...
Share on Google Plus

Tentang Hatoguan Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment