Hingga saat ini, "Ternak Babi" Masih Bebas Berkeliaran Di Samosir

Terkait Penertiban Ternak Disamosir, Pihak Pemerintah Kecamatan Dan Kasatpol Setempat Dinilai Mandul

Pangururan - Partukkoan.com

Penertiban Ternak di Kabupaten Samosir khususnya Ibukota Pangururan, para pihak Pemerintah Kecamatan dan Kasatpol PP Setempat dinilai Masih Mandul dan tidak mampu menegakkan Perda. Hal itu terbukti, hingga berita ini diturunkan, Ternak Babi masih bebas bekeliaran didaerah pangururan. 

Ternak Babi Kategori Lomok

Banyaknya ternak babi yang berkeliaran ini menjadi perhatian warga sekitar, berbagai kecamanan juga dilontarkan.

A. Mega Nadeak Warga salah seorang warga Desa Ronggur Nihuta kepada Partukkoan.com Minggu Pagi (3/5) di pangururan mengatakan, salah satu faktor terpenting untuk mendukung pariwisata adalah penataan kota yang bersih lingkungan, aman dan yaman. Akan tetapi menurut nadeak fakta yang sebenarnya justru berbanding terbalik. 

"sangat disayangkan hingga saat ini "Babi Ternak" masih bebas berkeliaran karena seharusnya babi tersebut dikandang" Ujar Nadeak. 

Parahnya lanjut Nadeak, Ternak tersebut kini sudah mencapai Jalan Umum, sehingga sangat mengganggu pemandangan. “Diseputaran desa Pardomuan Satu contohnya, baik dipekan Inpres onan baru maupun di sekitar jalan Danau Toba juga sering kita lihat ternak itu bebas berkeliaran" Ungkapnya.

Nadeak menduga, bahwa Aparat Pemerintah Kecamatan bersama Kasappol PP Kabupaten Samosir telah sengaja atau sama sekali tidak memahami penegakan Peraturan Daerah (perda) No. 26 Tahun 2006. "Bupati Samosir sudah selayaknya memberikan teguran keras kepada kedua pejabat ini" sebut Nadeak.

Sementara itu pemilik ternak sendiri mengakui ternaknya bebas berkeliaran, namun mereka mengklaim bahwa bebasnya ternak bukan hanya dirinya sendiri, karena banyak warga juga yang ikut melepaskan ternak mereka. "Soholan au daba paluahon Babi ternak on, sude do di palua halaki, iba pe nipaluama (red - bukan cuma saya yang melepaskan ternak babi, yang lainpun juga melepaskan ternaknya masing -masing, sehingga melihat itu sayapun ikut melepaskan ternak babi saya) kata seorang warga yang namanya tidak ingin disebutkan.

Kasat Pol PP Samosir Krimson Malau saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Minggu (3/5) mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan sosialisasi dan himbauan kepada warga, namun diakuinya masyarakat masih membandal melepaskan ternaknya. "Jadi disini tergantung camat pangururan membuat jadwal dalam penertipan ini" tukasnya. 

Dilokasi yang berbeda, Camat Pangururan Situmeang, mengaku dalam minggu kedepan pihaknya akan coba membuat jadwal penertiban ternak tersebut dengan terlebih dahulu memberikan surat kepada warga masyarakat melalui kepala Desa Masing-masing, agar warganya mengandangkan ternaknya masing - masing. 

"Apabila toh juga warga membandal, maka kami bersama pihak Satpol PP akan melakukan tindakan tegas dengan melakukan penangkapan terhadap ternak yang berkeliaran" tegas Situmeang.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Hatoguan Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment