Perumahan KORPRI Disamosir, Hanya Mimpi Buruk Buat PNS Setempat

Perumahan Korpri yang dianggap hanya Mimpi
Buruk Bagi Pegawai Negeri Sipil di Samosir

Samosir - Partukkoan.com

Pada Tahun 2010 lalu rencana Pembangunan 200 Unit Perumahan Korps Pegawai Negeri (Korpri) yang dibangun Pengembang Perum Perumnas yang terletak di siulakhusa Desa Raniate Kecamatan Pangururan Samosir dianggap hanya sebuah mimpi disiang bolong bagi para Pegawai Negeri Sipil didaerah tersebut.

Ironisnya para peserta KPR sudah banyak di black list oleh BANK karena tidak mampu bayar kredit rumahnya namun sepertinya pemerintah sepertinya masih tutup mata seolah tidak peduli atas persoalan tersebut.

Perumahan tersebut terletak di lahan dengan luasan lebih kurang dua hektar yang pembangunannya dimulai sejak Tahun 2010 yang lalu dan sampai sekarang belum juga selesai.

Pantauan Partukkoan.com dilapangan belum lama ini, dari program pembangunan yang direncanakan sebanyak 200 unit, terlihat baru sekitar 50 unit saja yang sudah berdiri itu pun dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, seperti atap yang masih banyak bocor, jalanan berlumpur, fasilitas air belum tersedia hingga jaringan listrik belum ada.

Salah satu konsumen A Simbolon warga Pangururan kepada Partukkoan menyampaikan, perumahan sendiri diperuntukkan untuk para Pegawai Negri Sipil (PNS) yang bertugas di Pemerintahan Kabupaten Samosir. Rumah yang akan dibangun oleh pihak Pengembang sudah hampir seluruhnya punya pemilik.

cara pembayaran, lanjut Simbolon dilakukan dengan cicilan. Diterangkannya, sistim DP (dana pertama) senilai Rp 5.000.000 Sementara untuk cicilan per bulan senilai Rp 600.000, dengan cara potong gaji selama 15 tahun kredit dengan biaya per unitnya sekitar 80 juta rupiah.

Hingga saat ini, bangunan dengan ukuran 10x12 meter itu tak kunjung ditempati. Sementara, pihak Pengelola Perumnas, tidak bisa ditemui. Beredar informasi, pengelola sudah tidak berada di Samosir dan tidak tahu dimana rimbanya.

Bahkan, kantor pemasaranya yang terletak di Jalan Raaniate Desa Huta Namora sudah tutup dan tak ditempati lagi semenjak Tahun 2011.
Dilokasi yang berbeda, NS salah seorang peserta KPR kepada Partukkoan Selasa (12/5) awalnya mengaku gembira atas keberadaan KPR tersebut, namun hingga pelaksanaannya berlangsung selama 5 tahun, perumahan tersebut belum layak untuk ditempati.

"Awalnya saya sangat senang dengan kehadiran KPR tersebut, mungkin inilah saatnya saya memiliki rumah, namun setelah menunggu hampir 5 tahun lamanya, perumahan KORPRI itu saya anggap hanya sebuah mimpi buruk buat PNS" katanya kesal.

Menurutnya segi kualitas dan tata letak perumahan itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. akibatnya lanjut NS, dirinya mengalami kerugian. "Jadi melihat ini semua saya tidak lagi membayar angsuran KPR (kredit Pemilikan Rumah) tersebut walaupun telah sempat/terlanjur di bayar sebelumnya. Dan yang paling menyakitkan lagi belakangan ini Pihak BANK setempat, "mencap" saya sebagai Anggota Kredit Macet padahal menurut saya, merekalah yang tidak bertanggung jawab" pungkas NS kesal.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment