Anjing Beranak Babi Di Siambalo Bukan Rekayasa

Induk anjing sedang menyusui salah satu anaknya seekor babi bersama beberapa anak anjing lainnya yang dikandangkan, masih hidup dan sehat dan saat ini berusia dua bulan.
Dok : partukkoan.com



Samosir, Partukkoan

Kejadian yang menghebohkan warga Desa Siambalo, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir baru-baru ini dengan lahirnya Sembilan anak Anjing dan Dua ekor Babi dari induk Anjing, cukup menarik perhatian. Namun setelah kembali ditelusuri Partukkoan,  bahwa Anjing beranak Babi di Desa Siambalo bukan rekayasa, dan dibuktikan warga sekitar Op. Rendi Simanjorang (68) tetangga pemilik Anjing R. Boru Sinaga.

Op. Rendi menjelaskan, usia Babi setelah lahir dari induk Anjing itu kurang lebih sudah Dua bulan, namun sampai saat ini masih tetap bersama dan menyusui kepada Anjing itu. Pertumbuhannya juga sama dengan anak Ajing lainnya. 

Sebagaimana mestinya jika anak Babi sudah berusia Dua bulan, tentunya sudah lebih besar dari Anjing itu. Karena pertumbuhan Babi lebih cepat dari Anjing.

"Selain itu, tingkah laku Babi itu juga persis seperti Anjing. Anjing biasa keluar rumah, demikian pula dengan Babi itu, dan selalu mengikuti induknya kemanapun pergi dan tidak mau bergabung dengan kawanan Babi lainnya. Dan ada yang aneh setelah kelahiran Babi itu. Sebelum Babi itu dilahirkan, induk Anjing itu cukup galak, tapi sekarang tidak", tutur Op. Rendi.

Mawanti Simbolon (21) putri pemilik Anjing saat ditanyai Media ini juga membenarkan hal itu, bahwa Babi itu benar dilahirkan induk Anjing mereka. Dia mengakui, sejak Babi itu lahir hingga saat ini masih bersama induknya dan tidak mau pisah. Demikian juga induk Anjing itu. Perilaku Babi itu juga tidak ada ubahnya seperti Anjing.

Dia juga menerangkan sebuah makna dari kelaliharan Babi yang dulunya ada Dua ekor tapi sekarang tinggal Satu, karena yang satunya telah mati akibat tertimpa anak Anjing lainnya saat menyusui. Kelahiran itu adalah sebuah pertanda baik dan buruk bagi keluarga mereka.

Pertanda baiknya, jika Babi itu tumbuh besar dan sehat, akan membawa keberuntungan bagi keluarganya. Hal buruknya, jika Babi itu mati, akan membawa petaka terhadap keluarga besar mereka. Hal itu diketahui pihak keluarga setelah konsultasi dengan para normal atas kejanggalan yang terjadi.

Pantauan Partukkoan dilokasi, hingga kini Babi itu masih bersama anak Anjing lainnya dan masih menyusui terhadap induk Anjing. Dan yang tak kala mengherankan, lompatannya cukup tinggi seperti layaknya seekor Anjing.








loading...
Share on Google Plus

Tentang Helbos 156

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment