Biaya Ibu Berobat, Pria Ini Jadi Model Telanjang

Partukkoan - Internasional

Seorang pria asal Shanxi China menjadi model telanjang demi membiayai hidupnya sekaligus biaya perobatan ibunya yang sedang mengalami penyakit kanker payudara. 

Pria itu bernama Li, dalam kesehariannya hanya berdiri telanjang selama beberapa jam di depan sejumlah mahasiswa. Li terlahir tak sempurna karena prematur dan menderita pendarahan di perutnya. 

Beruntung, para dokter berhasil menyembuhkan kelainan itu dengan berbagai jenis pengobatan. namun, meski pendarahan perutnya berhasil disembuhkan, efek pengobatan itu membuatnya mengalami gangguan mental. Dengan keterbatasannya itu, Li sempat bekerja di sebuah pabrik hingga tempat itu tak beroperasi lagi pada 1997. 

Sulit mencari kerja akibat kondisi mentalnya, Li kemudian memulai kariernya sebagai model. Awalnya, Li menjadi model biasa dengan pakaian lengkap. Beberapa tahun kemudian, ayahnya meninggal dunia sementara ibunya divonis menderita kanker payudara. 

Li sangat membutuhkan uang untuk kebutuhannya sekaligus untuk sang ibu, maka pria ini mulai menjalani level baru dalam kariernya yaitu menjadi model telanjang untuk para seniman. Model telanjang bukan profesi yang "dihormati" di China, sehingga sekolah-sekolah seni kerap kesulitan mendapatkan model untuk sesi perkuliahan. 

Sekolah-sekolah ini pun kemudian membayar siapa saja yang bersedia menjadi model telanjang. Dengan menjadi model telanjang, Li mendapatkan upah 40-50 yuan per jam. Artinya rata-rata dalam sehari dia menghasilkan uang 200 yuan atau sekitar Rp 430.000 dalam empat jam. 

Li tak sendirian menjadi model telanjang untuk sekolah seni. Rekan-rekan Li biasanya adalah warga paruh baya, pengangguran dan miskin. Pekerjaan ini masih dianggap memalukan sehingga sebagian besar pelakunya memilih untuk menyembunyikan identitas. 

Yan Xin, kepala departemen seni Universitas Shanxi, mengatakan bahwa banyak orang belum memahami soal profesi model telanjang untuk sekolah seni. "Mereka yang memahami akan melihat mereka (para model) melakukannya sebagai dedikasi terhadap dunia seni," ujar Xin. Meski masih dianggap memalukan, Li mengaku menyukai pekerjaannya. 

"Meski tubuhnya tidak sempurna, namun Li sangat jujur, pekerja keras dan sangat menghargai seni," ujar Yan Xin. Selain menjadi model, Li juga bekerja merawat ruang-ruang kelas di Universitas Shanxi. Pekerjaan itu memberinya penghasilan 500 yuan sebulan. 

Penghasilan yang diperolehnya dari dua pekerjaan itu digunakan Li untuk membantu ibunya yang sakit dan membiayai putrinya yang masih bersekolah di sebuah sekolah dasar. (Tri) 

Oleh : Boy Frengky 
Editor : Jusri
loading...
Share on Google Plus

Tentang Jusri Marbun

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment