Gara-Gara Incest, Perempuan Ini Tega Menghabisi 8 Bayinya

Dominique Cottrez (duduk) - Foto AFP
Partukkoan - Paris

Akibat malu hubungan gelapnya dengan ayah kandungnya sendiri sejak kecil terungkap, perawat ini tega menghabisi 8 bayinya sejak dilahirkan.

Dominique Cottrez, 51, tak dapat membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan pembunuhan bayi baru lahir dengan mencekik dan menguburnya. Bahkan dalam sejarah di Negara Menara eiffel ini, kasus tersebut dianggap sebagai pembunuhan bayi terburuk yang pernah terjadi.

Kejadian tersebut terjadi lebih kurang sepuluh tahun yang lalu. Sehingga Dominique menggunakan undang-undang pembatasan agar dirinya terlepas dari jeratan hukum.

Walau demikian proses pengadilan tetap dilakukan karena Dominique dianggap telah menyembunyikan mayat.

Dihadapan penyelidik, Dia mengatakan bahwa kehamilannya itu adalah hasil hubungan terlarang yang panjang dengan ayahnya, Oscar Lempereur sejak dia masih kecil. 

Sisa sisa mayat bayi itu ditemukan ketika bekas rumah mereka (keluarga Cottrez) ditempati oleh pemilik baru. Saat ingin membuat kolam itik, pemilik baru menemukan tulang belulang di sekitar galian tanah.

Pemilik baru pun segera memberitahu polisi tentang penemuan sisa-sisa dua anak yang sudah ada sejak keluarga Cottrez pindah pada tahun 1991.

Setelah pelacakan Dominique Cottrez dan suami Pierre-Marie Cottrez ke rumah lain hanya setengah mil jauhnya, mereka menemukan enam mayat dimakamkan di taman.

Sementara Jaksa Penuntut Umum Eric Vaillant dipengadilan mengungkapkan, awal sidang tahun 2010 di pengadilan sang perawat Cottrez berhasil menyembunyikan kehamilannya karena bentuk tubuhnya yang subur dan gemuk.

"Dia berhasil menyembunyikan kehamilannya karena dia memiliki kelebihan berat badan, beratnya mencapai 127 kilogram," ujar Vaillant.

Dia mengatakan kepada penyelidik bahwa ketika dia menyadari dia hamil dia memutuskan tidak ingin punya anak lagi, tapi juga tidak ingin menemui dokter memasang kontrasepsi. "Dia mengaku melahirkan secara rahasia dan kemudian mencekik bayi dan membuang mayat," ungkapnya.

Suami Pierre-Marie Cottrez membantah mengetahui tentang bayi yang lahir atau dibunuh. Istrinya bersikeras menyembunyikan semua kehamilan dari dia dan jaksa tidak mendakwanya.

Sementara itu, Salah satu dari dua anak tersisa dari pasangan ini Emelime mengaku bahwa ibu mereka merupakan sosok ibu penyayang anak-anak. 

"Ini tidak bisa dimengerti bahwa ibu kami bisa melakukan ini. Dia adalah orang yang baik, penuh kasih, dan kami senang meninggalkan anak-anak kami dengannya." katanya heran.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment