Kasus Pembunuhan Angelina Bocah Delapan Tahun, 6 Orang Diamankan

Angelina Bocah Umur 8 Tahun yang Tewas
Terbunuh dan Terkubur Dibelakang Rumah
Partukkoan - Samosir

Polresta Denpasar telah mengamankan enam orang dalam penemuan jenazah Angeline, bocah 8 tahun yang hilang.  Mereka antara lain ibu angkat Angeline, Margareith Megawe, dua orang saudara tiri Angeline, dua orang yang kontrak di rumah Angeline, dan satu orang satpam di Denpasar, Bali.  

Mereka diamankan setelah kepolisian berhasil menemukan jasad Angeline yang dikubur di belakang rumah tersebut, Rabu (10/6/2015).  Kapolda Bali, Irjen Ronny F. Sompie kepada wartawan mengatakan, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut namun, pihaknya telah mengamankan orang-orang terdekat Angeline.  

"Sudah kita amankan orang-orang di rumah tersebut termasuk ibu angkat Angeline," tegas Sompie.  Polisi akan mendengarkan keterangan dari mereka berdasarkan jejak yang ditemukan, dekat jasad Angeline ditemukan.  Kepolisian akhirnya menemukan jenazah bocah Angeline yang dikabarkan hilang sejak 25 hari lalu.

Jenazah Angeline ditemukan terkubur di halaman belakang rumahnya, di bawah kandang ayam.  Sebelum Angeline ditemukan tewas di belakang rumahnya Rabu (10/6/2015) siang, dua orang menteri terpaksa harus gigit jari karena tidak dapat masuk rumah yang ditinggali Angeline bersama ibu angkatnya, Margareith Ch Megawe.  

Dua menteri tersebut ialah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) Yuddy Chrisnandi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise.  Menteri Yuddy saat itu tidak diperbolehkan masuk oleh keluarga di rumah orangtua Angeline, Jumat (5/6/2015). 

Satpam yang menjaga rumah Angeline mengatakan larangan itu dikeluarkan oleh ibu angkatnya yakni Margareith.  Sementara menteri Yohana yang datang Sabtu (6/6/2015), mengatakan kecewa karena saat berkunjung ke rumah ibu angkat Angeline tidak bisa menemui siapapun.

Orang Tua Angkat Angelina Mengaku Terganggu Privasinya

Orang tua angkat Angeline mengaku terganggu privacy-nya sejak kabar anak angkat mereka yang berusia delapan tahun dinyatakan hilang sejak 16 Mei 2015 lalu. Memang, sejak diberitakan hilang, kediaman yang berada di Jl Sedap Malam No 26, Sanur, Denpasar, Bali, menjadi sorotan media dan pejabat negara.  

"Mereka merasa terganggu privacy-nya saat Angeline menghilang," kata Kapolda Bali Irjen Ronny Franki Sompie sebagaimana dikutip dari detikcom, Minggu (7/6/2015).  Pihak kepolisian Bali saat ini memilih fokus pada upaya menemukan Angeline. Persoalan pidana, kata Ronny, akan ditindaklanjuti bila Angeline sudah ditemukan.  

"Angeline dulu ditemukan baru nanti setelah ditemukan melangkah pada penyelidikan mencari unsur dugaan pidananya. Ini belum ditemukan kok sudah mencurigai orang," kata Ronny.  Polda Bali sejak awal menerima kabar hilangnya Angeline sudah mulai melakukan penyekatan di berbagai titik. Termasuk di perbatasan Bali-Banyuwangi di Pelabuhan Gilimanuk, atau pelabuhan penyeberangan Bali-NTB di Padang Bai.  

Jajaran Polres juga disiagakan dengan menerjunkan personel Babinkantibmas agar bekerjasama dengan tokoh adat dan masyarakat guna pencarian Angeline.  Pencarian titik terang keberadaan bocah berkulit sawo matang itu pun dilakukan kepolisian terhadap orang tua kandung Angeline di Banyuwangi. 

Namun, Ronny mengunci rapat materi pertemuan pihak kepolisian dengan orangtua kandung Angeline. Begitu pula ketika disinggung soal hasil penggalian keterangan terhadap orang tua angkat Angeline. "Ada hal-hal yang masih dikecualikan dan tidak bisa semua dibuka," terang Ronny.  

Mengenai hal mencurigakan hasil penyisiran aparat di kediaman orang tua angkat Angeline, polisi tidak menemukan kecurigaan terkait hilangnya Angeline.  "Kita periksa setiap sudut ruangan rumahnya atas persetujuan ibu angkat Angeline, dan belum menemukan hal-hal mencurigakan di rumahnya," kata Ronny.  Lalu, Menteri Yasonna yang mempersoalkan kediaman Angeline yang jorok?  "Saya enggak mau persoalkan itu. Itu urusan pribadi ibu itu. Bila mana sudah ditemukan, akan lebih mudah menemukan motif dan juga pidana," beber Ronny. (Tri/Det)

Oleh : Boy Frangki
Editor : Marcopolo
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment