Kematian Dan Kelahiran Dalam Suku Batak

Partukkoan - Samosir 

Kelahiran dan Kematian dalam Suku Batak dalam versi partukkoan.com memiliki banyak arti dan makna, didalam pelaksanaan adatnya juga akan diikuti dengan kegiatan yang disebut dengan pesta. Dalam keluarga yang baru mendapatkan seorang anak pada umunya akan diberikan sebuah ulos yang disebut dengan "ulos tondi" oleh para family yang datang. 

Makna pemberian itu diartikan sebagai sebuah keyakinan agar suami istri yang baru mendapatkan momongan menjadi lebih kuat kedepannya. Ada banyak istilah lain dalam kelahiran di suku batak, seperti mangharoani, mamboan aek si unte, mangallang esek-esek dan lainnya yang memiliki nilai seni dab budaya yang tinggi. 

Namun pada umumnya, hal yang sering dilakukan orang batak saat kelahiran anaknya, yaitu dengan mangallang esek-esek dimana, para tetangga dan keluarga terdekat akan diundang untuk makan bersama atas kebahagiaan yang mereka (suami-istri) terima dari Tuhan Yang Maha Esa. 

Pada umunya orang batak akan menyembelih seekor ayam, namun jika dirasa memiliki keuangan yang mapan maka yang disembelih adalah seekor ayam atau bahkan hanya menyediakan ikan saja. Sebab, jamuan seperti ini bukanlah sebuah paksaan dan sifatnya hanya sekedar syukuran saja, sehingga apapun makananya bukanlah masalah, yang terpenting adalaj saling berbagi sukacita satu sama lain. 

Kematian Kematian dalam suku batak juga memiliki nilai seni budaya yang tinggi. Bahkan kematian dalam adat batak dijalani dengan "pesta", hanya saja pesta tersebut memiliki keunikan dan arti tersendiri. Dalam batak, banyak bentuk kematian dalam istilah adatnya, seperti, Saur Matua, Sari Matua, Mauli Bulung, Martihala, Matipul Ulu, Matompas Tataring dan lain-lain. 

Saur matua adalah gelar yang disandang seseorang yang meninggal dunia ketika seluruh keturunannya telah menikah dan memiliki anak atau sering disebut telah bercucu. Sementara untuk Sari Matua adalah seseorang yang meninggal dunia sudah memiliki cucu namun masih ada salah satu anaknya yang belum menikah. 

Akan tetapi kadang kala, status sari matua ini dapat berubah menjadi saur matua jika anak yang belum menikah tersebut sudah tua. Sekaligus adanya permintaan dari keluarga yang disebut dengan hasuhuton kepada pihak hula-hula dan dongan sahuta. 

Kondisi kematian untuk kedua jenis ini dalam suku batak pada hakikatnya akan melakukan "pesta" atau acara adat pemberangkatan orang tua tersebut ke tempat persemayamannya yang sementara. Dengan terlebih dahulu para orang tua dan tokoh masyarakat berdiskusi tentang hari penguburan dan acara pelaksanaan adat yang disebut maria raja. Uniknya disebut pesta karena dalam acara tersebut juga akan ada acara makan-makan dan perjamuan lainnya.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment