Pembunuh Dimaafkan, Obama Puji Keluarga Korban

Dylann Roof (21) Tersangka Pembunuh ditangkap
di negara bagian North Carolina
Partukkoan - Internasional

Keluarga korban penembakan di sebuah gereja bersejarah untuk kalangan Afrika-Amerika di Charleston, Carolina Selatan, Amerika Serikat (AS) hari Rabu (17/6) malam menyatakan memaafkan pelaku penembakan tersebut. 

Untuk itu, Presiden AS Barack Obama merasa sangat tersentuh dan mengatakan bahwa maaf yang diberikan keluarga merupakan ungkapan keyakinan agama yang luar biasa dan mencerminkan kebaikan rakyat Amerika. 

Suasana penuh emosi dan penuh haru pun terjadi di ruang pengadilan di Charleston, South Carolina, Jumat sore, pada saat keluarga dan kerabat kesembilan korban pembantaian di gereja Emanuel AME mengungkapkan perasaan mereka terhadap pria yang dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan itu. 

Salah seorang anak korban Ethel Lance dihadapan Roof bahkan secara spontan memaafkan Dylann Roof, sang tersangka pembunuh saat itu. "Tuhan memaafkan kamu. Saya memaafkan kamu.” Kata Ethel Lance yang juga merupakan pengurus gereja itu. 

Kisah Penembakan 

Polisi mengatakan Roof pergi ke gereja di Charleston yang berjarak dua jam dari rumahnya, lalu menembak mati pendeta dan orang-orang yang datang untuk mempelajari Firman Tuhan. Ada delapan orang tewas di tempat, sementara seorang lainnya meninggal saat berada di rumah sakit. 

Polisi baru tiba di gereja itu Rabu lalu sekitar pukul 21.00 waktu setempat tapi pelaku sudah melarikan diri. Roof kemudian ditangkap di negara bagian North Carolina, Kamis, sewaktu berusaha melarikan diri dengan mobil. Ia akan kembali tampil di pengadilan Oktober mendatang. Roof didakwa membunuh dan akan tetap ditahan, setelah menerima keputusan tidak akan dibebaskan dengan uang jaminan.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment