Galian C Liar Berlangsung, Kewenangan Dinas Koperindag Samosir Terbatas

Kawat Bronjong penahan pondasi jembatan sudah jebol,
diduga akibat aktivitas galian Pasir  yang terus
berlangsung dibawah jembatan hingga saat ini.
Partukkoan - Samosir

Aktivitas galian C berupa Pasir tepat dibawah jembatan Binangaron Buhit Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir sampai saat ini masih terus berlanjut. Kegiatan tersebut dinilai sangat beresiko karena dapat menimbulkan kerusakan pada jembatan sehingga dapat berakibat fatal bagi pengguna jalan.

Sementar itu, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir mengaku dinas tersebut tidak lagi memiliki kewenangan untuk menindak oknum yang melakukan galian C tanpa izin.

Demikian disampaikan Dinas Koperindag Kabupaten Samosir melalui kepala bidang pertambangan Jerry Wesli Manurung, ST diruang kerjanya, Selasa (7/7). Dirinya menjelaskan, bahwa setelah terbitnya UU No 23 Tahun 2014 tentang tambang Mineral dan Batu bara, pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak lagi punya kewenangan untuk melakukan pengawasan dan pelarangan. Kewenangan daerah hanya sebatas melakukan penyuluhan.

Dirinya menambahkan, sebelumnya pihaknya telah mendirikan papan larangan diareal jembatan untuk tidak melakukan galian C sepanjang 150 Meter dari jembatan. Namun dengan terbitnya UU 23 Tahun 2014, penghentian galian tanpa izin, kini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Kewenangan Pemerintah daerah hanya sebatas memberikan penyuluhan dan membuat laporan ke Provinsi untuk ditindak lanjuti.

Walau demikian, sambung Wesli, pihaknya akan mencoba berkordinasi dengan pihak Satpol-PP, untuk dapat melakukan penindakan secara bersama-sama kelapangan dan menertibkan aktivitas galian C tanpa izin yang dilakukan oleh masyarakat. Dan tindakan selanjutnya, akan membuat laporan ke Provinsi.

Dalam UU No 4 Tahun 2009 tentang tambang Mineral dan Batu bara, pasal 158 dijelaskan bahwa, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun, dan denda paling banyak Sepuluh Miliar Rupiah. (Zel01)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment