Serang Petugas Dengan Payudara, Perempuan Muda Dihukum 3,5 Bulan


Partukkoan - Hongkong

Seorang perempuan muda bernama Ng Lai-Ying harus berurusan dengan pengadilan karena dilaporkan seorang polisi akibat ulahnya yang agak aneh.

Perempuan hongkong itu dilaporkan seorang polisi karena telah menyerang polisi itu dengan menggunakan payudaranya sendiri. Diceritakan, kejadian tersebut bermula ketika terjadi unjuk rasa anti pemerintah untuk memprotes banyaknya jumlah pedagang tiongkok yang berbisnis di hongkong. Waktu itu ternyata terjadi aksi dorong mendorong di kerumunan massa dengan polisi.

Ng Lai-Ying yang ikut kala itu berhadapan persis dengan polisi bernama Chief Chan Ka-po. Kabarnya Ng sengaja menabrakkan payudaranya ke lengan Chan. Akan tetapi Ng membantah tuduhan tersebut. Dirinya menerangkan, jika saat itu polisi itu yang menjamah payudara sebelah kirinya.

"Tangan polisi itu memegang payudara sebelah kiri saya dan saya pun langsung berteriak karena takut terjadi hal-hal yang tidak saya inginkan," terang Ng dalam berkas pengadilan.

Sementara surat kabar South China Morning Post menyebutkan, bahwa Chan saat itu hanya ingin menarik tali tas yang dipakai Ng. namun ternyata, dirinya salah sasaran dan tangannya menyentuh bagian tubuh perempuan 30 tahun tersebut. Chan spontan kaget mendengar teriakan Ng yang sempat panik.

Dia tidak mau publik salah kira dan menganggapnya melakukan pelecehan seksual. Maka, sebagai abdi hukum, dia pun langsung melaporkan insiden itu kepada yang berwajib. Dalam laporannya, dia menyebut Ng sengaja "menyerangnya" dengan payudara

Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis bersalah dengan hukuman 3,5 bulan kepada perempuan itu, karena terbukti melawan petugas dalam kerusuhan di Distrik Yuen Long.
(AFP)

editor : Jusri Marbun
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment