Beribadah yang Benar, Jangan Memandang Muka

Partukkoan - Samosir

Sering kita melihat dalam sebuah pesta atau perkumpulan adanya sebuah perbedaan. Ketika kita melihat seseorang berada di kumpulan itu dengan "stelan" pakaian yang rapi, mewah dan mahal maka kita pasti menemukan sebuah perbedaan yang mencolok dalam penyambutan dan pelayanan kepadanya.

Bukan hanya di dalam pesta, bahkan di dalam sebuah peribadatan juga hal ini akan mudah sekali ditemukan. Ketika seseorang yang memiliki kedudukan, harta dan penampakan pada sistem pakaiannya yang modis dan mewah, tak jarang "Para Hamba Tuhan" atau Pendeta akan memperlakukan mereka bak "raja" yang seolah diagungkan dan dihormati.

Seperti tertulis, Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!". bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

Tulisan indah yang telah dimuat dalam Alkitab tepatnya dalam kita Yakobus ini ratusan bahkan ribuan tahun lalu telah meramalkan hal tersebut. Itu artinya bahwa, apa yang kita temukan sebagaiamana dalam ayat itu merupakan suatu yang pasti. Dan terbukti hal tersebut sepertinya bagai kebudayaan di muka bumi ini.

Fenomena ini mungkin akan terjadi seiring berjalannya proses pilkada serentak sebentar lagi. Kita akan menemukan, adanya beberapa calon yang akan berkunjung ke rumah-rumah ibadah, atau barangkali para utusan bagai "burung dara" yang akan hinggap dalam sebuah gereja. Tentunya untuk menyampaikan sebuah pesan "ghaib" kepada khalayak umum. Ataukah juga hanya untuk sekedar beribadah dan memohon bantuan kepada Sang Kuasa atas tujuan mulia mereka dalam menyongsong kedudukan nomor 1 dalam suatu daerah.

Kembali kepada topik di atas, tentang apa yang disebut jangan memandang muka. Maka diharapkan agar keselarasan atas manusia, baik kaya dan miskin untuk tetap dijalankan. Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia?.

Untuk itu, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", maka kamu berbuat baik.

Ya, berbuatlah sebagaimana firman itu, berbuatlah baik kepada sesamamu manusia, bukan karena harta atau kedudukan. Karena semua model manusia sama di mata Tuhan.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment