Ini Arti Senyum Pada Lukisan Mona Lisa Menurut Peneliti


Partukkoan - Internasional

Peneliti yang berasal dari Universitas Sheffied Hallam dan Sunderland mempelajari tentang lukisan La Bella Principessa, karya da Vinci sebelum Mona Lisa.

Lukisan yang dibuat di abad abad XV itu disebut memiliki campuran warna yang tinggi, sehingga diklaim mampu mempengaruhi visi periferal atau penglihatan tepi kita.

Dengan teknik pencampuran warna itu, penglihatan kita seolah terkecoh. Bentuk mulut pada lukisan itu solah-olah berubah, sesuai dengan sudut pandang kita.
Teknik ini disebut sfumato, bisa dilihat pada lukisan Mona Lisa dan La Bella Principessa. Menurut para peneliti, pelukis lain berusaha menggunakan teknik ini pada beberapa lukisan, namun tak seahli da Vinci.

“Senyum itu menghilang secepat orang yang melihat mencoba untuk ‘mengamatinya’, kami menyebut ilusi visual ini ‘senyum yang tak tertangkap’,” tulis Alessandro Soranzo dan Michelle Newberry, dari Sheffield Hallam University dalam makalah yang dimuat Jurnal Vision Research, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis 20 Agustus 2015.

Untuk memecahkan misteri bagaimana kerja ilusi yang dibuat oleh da Vinci itu, para peneliti mengetes sejumlah relawan untuk melihat lukisan dari kejauhan atau versi kabur. Orang-orang yang mengikuti tes itu sepakat bahwa Mona Lisa dan La Bella Principessa terlihat lebih bahagia bila dilihat dari jauh.

Para peneliti kemudian meminta relawan dalam studi itu melihat versi lukisan yang memiliki guratan hitam di atas mata, mulut, atau yang meliputi keduanya. Pengamatan mata dan mulut ini dimaksudkan agar para peneliti mengetahui apakah perubahan ekspresi itu terjadi pada keduanya atau hanya pada bagian mulut saja.

“Mengingat penguasaan teknik da Vinci, dan penggunaannya dalam Mona Lisa, ini sangat bisa dibayangkan bahwa ambiguitas efeknya memang disengaja,” kata Soranzo.

La Bella Principessa diduga menggambarkan wanita berusia 13 tahun, Bianca Sforza, putri Ludovico Sforza, Duke of Milan, yang akan menikah dengan seorang komandan pasukan Milanese.

Tapi, dia mati beberapa bulan setelah pernikahan, setelah mengalami kehamilan ektopik, menambahkan ketajaman untuk ekspresinya dalam potret dirinya.

Soranzo menambahkan, da Vinci mungkin menerapkan teknik pencampuran warna dalam karyanya sejak 1483. Saat melukis ‘Virgin of the Rocks’.

Michael Pickard, peneliti dari University of Sunderland, turut menulis studi pada 2013 dengan tim yang sama. Dia mengatakan, da Vinci menyadari pergolakan batin pada gadis muda di ambang kewanitaan dan pernikahan.

“Hal ini juga tidak sulit untuk percaya bahwa Leonardo akan melihat di bawah permukaan dan ingin menangkap esensi halus gadis itu, dengan menggunakan teknik itu dia akan dikenal sebagai master melalui Mona Lisa,” kata Pickard.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Jusri Marbun

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment