Kepala Desa Minta Harga Hasil Pertanian di Samosir Di Monitoring

Kiri ke kanan, Kapt. Inf. S. Simbolon, Camat Pangururan Mangihut Situmeang, P. Sitanggang mewakili Kapolsek Pangururan, Ir. Tumpal Simbolon dan Aron Sinaga dari BPS Samosir
Partukkoan - Samosir

Persoalan harga komoditi pertanian di samosir menjadi hal yang patut diperhatikan, karena menyangkut kesejahteraan para petani. Perbedaan dan perubahan harga yang ada membuat petani menjadi resah bahkan para petani menjadi enggan untuk bertani lagi. Demikian dikatakan Kepala Desa Hutamora, Jumat (28/08/2015) saat rapat koordinasi bersama muspika di aula Kantor Camat Pangururan.

Menurutnya, belum pernah pihak-pihak terkait dalam hal ini termasuk Badan Ketapang Samosir melihat dan memonitoring harga di samosir. Adanya perbedaan harga di samosir dan diluar samosir menjadi momok menakutkan bagi petani di samosir. “untuk standart harga, mohon pihak terkait mengontrol harga” kata Malau.

Lebih lanjut, Kepala Desa yang dikenal kritis ini juga meminta pihak Dinas Ketahanan Pangan agar dalam penyaluran-penyaluran bantuan dilakukan dengan tepat waktu dan tepat masanya.

“Kalu saat ini sedang musim kopi, mohon bantuan yang diberikan seperti bibit kopi, kalau sedang musim jagung, mohon agar bantuan yang diberikan ada hubungannya dengan jagung” pungkasnya.

Senada dengan itu, Tumpak Sitanggang juga meminta agar pemerintah berupaya membuat sebuah program atau cara mengairi persawahan yang ada di sekitar perbukitan. “Ratusan hektar di kerjakan, kalau tidak ada air pasti sia-sia. Tolong air danau toba itu di tarik ke atas, buat waduk atau chekdam sehingga pertanian dapat berjalan baik” kata Sitanggang.

Menjawab hal itu, Kasubbit Informasi Badan Ketapang, Ir. Tumpal Simbolon mengatakan pihaknya siap mendata dan memverifikasi harga dilapangan. Namun produksi yang dihasilkan juga perlu diberitahukan.
“Produk apa saja yang kita tinjau, itu perlu dilihat juga, sehingga kami dapat melakukan pengawasan serta control harga dilapangan” tutur Tumpal.

Untuk mewujudkan swasembada pangan tambah Tumpal, diharapkan agar adanya kerjasama antara pihak petani dengan Badan Ketahanan pangan. Salah satunya dengan menggunakan lahan-lahan kosong sehingga mewujudkan kedaulatan pangan.

Untuk itu lanjutnya, para petani rutin berkomunikasi dengan para PPL di desa-desa. “kalau dibutuhkan silahkan dipanggil PPL, kalau mereka (PPL) tidak mau atau berhalangan segera laporkan kepada kami” sebut Simbolon.

Sementara, dilokasi yang sama, Danramil 03 Kapt. Inf. S. Simbolon menuturkan pihaknya selalu siap membantu demi mewujudkan kadaulatan pangan di samosir.

“Mendampingi para petani, agar para TNI dapat belajar dari petani dan memberikan apa yang kami ketahui kepada petani, khususnya dalam hal gotong royong” tuturnya.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment