Pilkada Samosir, Inilah Cara Meredam "Money Politik"

Partukkoan - Samosir

Pemilihan Kepala Daerah secara serentak di seluruh Indonesia akan dilakukan tahun ini, walau ada tujuh daerah lagi yang mungkin akan diperpanjang oleh karena calon yang ada hanya satu orang atau Calon Tunggal. (Baca : Calon Tunggal, KPU Buka Pendaftaran Lagi)

Samosir merupakan salah satu daerah yang akan ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi mendatang. Isu tentang money politik juga mulai berkumandan saat ini. Bukan hanya di samosir, di beberapa tempat diluar wilayah kepingan surga ini juga kerap didengar istilah isu money politik.

Money politik merupakan istilah keren orang kebarat-kebaratan karena berasal dari bahasa internasional ternyata telah dimengerti semua orang. Bukan orang pintar, orang bodoh, dewasa, ina-ina (ibu-ibu), anak boru (anak gadis) sampai anak-anak juga telah mengerti istilah money politik.

Banyak elit politik menyerukan agar politik uang "segera" dibumi hanguskan, akan tetapi fakta dilapangan, justru politik tidak pernah lepas dari uang.

"Jaman sekarang bermain politik tanpa uang?, untuk buang air kecil saja sekarang harus bayar, apalagi dalam dunia perpolitikan" kata Eriko Manik warga pangururan.

Segala sesuatu di dunia ini katanya tak pernah lepas dari uang. "Kalau masih tinggal di bumi, jangan berkata uang tak perlu. Justru gara-gara uang semua dapat menjadi baik. Semua juga dapat menjadi rusak" ucapnya.

Dilanjutkannya, baik politik, sosial, agama, budaya dan lainnya pasti menyangkut uang. Kalau calon mau buat spanduk, mau buat baliho, mau berkunjung atau blusukan, atau apalah itu pasti memerlukan uang. 

"Emang kalau mau berkunjung atau turun ke lapangan, itu mobil bahan bakarnya pakai air. Atau waktu mau buat spanduk, baliho dan kebutuhan lainnya pakai doa. Setelah berdoa, tiba-tiba spanduk, kertas, kartu nama, baliho turun dari langit" katanya tertawa.

Saat disinggung tentang istilah pembelian suara, alumni ilmu politik USU itu justru sangat menentangnya. "Nah itu yang rusak, kalau hanya duduk, melihat silaunya uang tanpa memperhatikan kredibilitas si calon kemudian memilih hanya karena uang, itu yang disebut "pelacur politik". Jelasnya.

Ditambahkannya, untuk memilih kepala daerah seharusnya bukan didasarkan pada materi, tapi harus dengan melihat responsibilitas calon terhadap masyarakat. Melihat tujuan calon kedepan secara nyata. Kedekatan dan kepekaan calon kepada masyarakat merupakan jalan satu-satunya meredam money politik. 

Pria kelahiran salaon itu juga mencontohkan sosok Jokowi yang pernah "mengacaukan" politik madu tersebut. menurutnya saat itu Jokowi yang saat ini menjadi Presiden RI ke 7 mampu "meredam" nafsu masyarakat atas kepentingan materi.

"Itu merupakan bukti kongkrit, karena saya sendiri justru merekrut dan meyakinkan orang lain tanpa embel-embel dibelakangnya untuk memilih jokowi saat itu. Karena nilai kedekatannya kepada masyarakat. Seperti ada penariknya." terangnya.

Untuk itu lanjut dia, kunci pemberantasan money politik ini sebenarnya terletak pada pemangku-pemangku politik. "Ketika seorang calon kepala daerah telah melakukan pendekatan yang nyata kepada warga, menunjukkan perbuatan yang wah (wah tidak selalu uang-red), inovasi inovasi baru dan pastinya ada kedekatan dengan Tuhan, maka money politik tidak akan mampu merampas pesta demokrasi di samosir.

"Saya percaya, karena saya orang batak, dan saya punya  harga diri. Ada yang dekat dan berbuat yang baik buat saya, maka pantang bagi saya orang batak melupakannya". Katanya tegas.

Sebelumnya diberitakan, empat pasangan calon bupati samosir telah resmi mendaftar ke KPU Samosir. Diantaranya, Pasangan Raun Sitanggang - Pardamean Gultom (RaunDame), pasangan Rapidin Simbolon - Juang Sinaga (Rap Ber Juang), Pasangan Hatorangan Simarmata - Oloan Simbolon (Horas) serta Pasangan Alusdin Sinaga - Ober Sihol Sagala. (Baca : Besok, KPU Samosir Siap Sambut Calon Bupati Samosir)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment