Rahasia Hidup Dalam Kekuatan Allah

Partukkoan - Samosir

Untuk menghadapi kehidupan ini sangat diperlukan kekuatan, sebab sebagaimana kita ketahui dan tentunya yang kita alami, hidup penuh dengan lika liku dan perjuangan.

Maka sangat diperlukan yang namanya sebuah “kekuatan”. Dalam hal ini penulis akan sedikit berbagai tentang rahasia hidup dalam kekuatan Allah.

1.  Mengapa kita harus hidup dalam kekuatan Allah? 
Dalam kitab ibrani, dikatakan bahwa kita harus ambil bagian dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.  Kalau berbicara ambil bagian dalam sebuah perlombaan, itu artinya kita harus menjadi orang yang mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. 

Sebab dalam setiap perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, yang pasti hanya orang yang hidup dalam kekuatan Allah yang akan keluar sebagai pemenang.  Sebagai manusia, siapapun kita, pasti kita menyadari bahwa kita banyak memiliki keterbatasan, dan kekuatan kita pun tidak seberapa, sehingga kita perlu hidup dalam kekuatan dan kesanggupan Allah. 

Itu sebabnya ketika Tuhan Yesus akan naik ke surga, Dia berikan warisan kepada murid-muridNya, orang percaya yaitu Kuasa - Dunamos - Kekuatan - Kesanggupan Allah (Kisah.1:8). 

Rasul Paulus sangat menyadari tentang hal tersebut, seperti perkataannya dalam (2.Kor.4:7). Saat kita menyadari bahwa kekuatan yang ada pada kita datangnya dari Allah maka kita akan mengisi hidup kita dengan ucapan syukur.  B. Rahasia hidup dalam kekuatan Allah  1. Hidup dalam iman (1.Ptr.1:5) di dalam (1.Yoh.5:4b) mengajarkan kita tentang betapa pentingnya iman bagi setiap kita. 

Iman seperti payung. Payung tidak bisa menghentikan hujan tapi payung bisa membawa kita sampai pada tujuan.  Demikian juga dengan iman. Iman tidak bisa menghentikan masalah, tapi iman bisa membawa kita pada kemenangan. 

Orang yang memiliki iman pasti berkenan pada Allah. "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah (Ibr.11:6a)".  Berkenan dalam bahasa ibrani "Euaresteo" yang artinya menyenangkan.  Kita tidak bisa menyenangkan hati Tuhan kalau kita tidak memiliki iman.

Bahkan pada akhirnya nanti hanya iman yang Tuhan Cari (Luk.18:8b). Pemakaian kata yang sama digunakan untuk menjelaskan pribadi Daud bagi Tuhan (Kisah.13:22b).  

2.  Hidup dalam kebenaran Allah (Rm.1:16-17)
Untuk kita dapat memiliki kekuatan Allah, kita harus hidup dalam kebenaran Allah, bukan kebenaran diri sendiri. Sebab kebenaran manusia bertentangan dengan kebenaran Allah (Yak.1:20). 

Iman dan Firman adalah mata rantai yang tidak bisa dipisahkan. Untuk bisa hidup dalam iman, kita harus mengerti kebenaran Allah dan kebenaran Allah hanya kita dapati melalui firman Allah (Rm.10:17). 

3.  Hasil orang yang hidup dalam kekuatan Allah "Hidup dalam kekekalan (1.Ptr.1:3-5)" 
"untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan tidak dapat layum yang tersimpan di sorga bagi kamu (1.Ptr.1:4)".  Kata "tidak dapat binasa" menggunakan kata "Apththartos" yang artinya kekekalan atau keabadian (Mark.16:8b). 

Kita ada dalam perlombaan untuk mendapatkan apa yang tidak dapat binasa, bukan hanya sesuatu yang kita raih dalam hidup kita selama ada di dunia tetapi sebuah mahkota abadi (1.Kor.9:25).  Perbuatan baik kita tidak dapat membawa kita kepada hidup yang kekal, namun pada saat kita hidup menuruti segala perintah Allah maka kita akan memperoleh hidup yang kekal. 

Selama hidup ini Tuhan percayakan pada kita, Tuhan mau kita menerima dan menghasilkan sesuatu yang bersifat kekal.  "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan materaiNya (Yoh.6:27)"  kata "bekerjalah" dalam bahasa ibrani adalah "Ergazomi" yang artinya menghasilkan.

Sedangkan kata "Kekal" menggunakan kata "Aionios" yang artinya tiada awal dan tiada akhir. Hasilkanlah sesuatu yang kekal nilainya dalam hidup ini. 

Pesan : Hidup ini cuma sementara, bagaikan penyanyi diatas panggung namun tidak ada orang yang bisa menentukan langkah kita tapi kita harus buat keputusan yang tepat/ril untuk tetap hidup dalam kekuatan Allah dan meraih apa yang bersifat kekal dalam hidup ini.
 
Syalom, Tuhan Yesus Memberkati.

Oleh: Gr. A. Simbolon
Profil: Salah Seorang Gembala di Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Pangururan
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment