Selesai Demo, Salib Akhirnya Diturunkan


Partukkoan - Samosir

Lambang salib yang ada di atap gereja Ya Village di kota Huzhou akhirnya diturunkan otoritas China setelah demonstrasi pendemo berakhir yang dilakukan selama sebulan.

Reuters dalam laporannya Jumat (7/8/2015) video kiriman Zhang Zhaoxia salah satu gereja ya village menunjukkan krane yang berhasil diturunkan simbol salib dari atap gereja walau video tersebut belum dipastikan kebenarannya.

Sebanyak 22 jemaah gereja Ya Village melakukan protes dengan berdiam diri di atas atap gereja selama sebulan untuk menjaga lambang salib. Mereka mengancam akan melompat dari atap gereja jika otoritas pemerintah tetap mencoba menurunkan salib tersebut. (Baca : Demi Pertahankan Salib, Warga Berkemah Di Atas Atap)

Namun, pejabat pemerintah China mengimbau kepada keluarga jemaah gereja untuk mengakhiri aksi protes pada Jumat ini. Para pendemo pun akhirnya ditarik turun oleh keluarga mereka masing-maisng.

Salah satu pendemo, Pan Yingjue, mengaku bahwa pejabat setempat telah berjanji kepada pihak gereja untuk tidak mencabut lambang salib dari atap rumah ibadah ini. Namun, ia heran ketika tahu bahwa upaya penurunan tetap dilakukan pada Jumat.

"Jika rumah ibadah Anda dibongkar dan dipindah, bagaimana perasaan Anda?" ujar Pan sambil menangis. "Salib itu ada di sana selama ini dan tidak memberi pengaruh buruk kepada mereka sama sekali. Mengapa mereka harus menyentuhnya?" lanjutnya.

Para jemaah gereja mengaku tidak tahu menahu alasan dibalik penurunan lambang salib ini.

Menurut seorang pejabat kota Huzhou, lambang ini akan dipindahkan ke dinding gereja. "Polisi tidak mencopot salib tersebut, tetapi memindahkannya dari atap ke dinding luar gereja," ujarnya.

Ketika ditanya soal isu agama di China, pejabat ini enggan memberikan komentar dan hanya mengatakan, "Permasalahan agama di China adalah salah satu isu yang sangat politis."

Partai Komunis China secara resmi telah menjamin kebebasan beragama bagi warganya, meski terkadang ada otoritas yang masih mencurigai kelompok-kelompok agama tertentu dan melarang praktik serta simbol keagamaan di negara ini.

Kota Huzhou terletak di provinsi Zhejiang dan umat Kristiani di provinsi ini jumlahnya cukup berkembang. Pada tahun lalu, otoritas setempat mencopot lambang salib dari atap 400 gereja di kawasan ini. Tindakan tersebut kemudian memicu ketegangan antara pejabat dan jemaah gereja. (CNN/Reuters)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Jusri Marbun

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment