Bawaslu Periksa Dua Paslon Dan KPU Sumbar

Partukkoan - Padang       

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Barat memeriksa dua pasangan balon gubernur dan Komisi Pemilihan Umum terkait masuknya laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPMRI diketuai Herman Tanjung, tentang adanya rekening dana kampanye paslon atas nama tim kampanye.

"Mereka diperiksa yakni Nasrul Abit dan pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar," kata Staf Bawaslu Sumbar, Yoni di Padang.

Ia menjelaskan, Bawaslu meminta klarifikasi kepada KPU Sumbar dan Nasrul Abit, Muslim Kasim serta Fuazi Bahar.

"Komisioner KPU Sumbar bidang Hukum Nurhaida Yetti, bersama Kabag Hukum KPU Sumbar Agus Catur Rianto bersama stafnya Aan Wurianto, dan Yusrifal Yakub dan Metrina Tosika, memenuhi undangan Bawaslu untuk memberi klarifikasi," ungkapnya.
     
Pihak KPU yang hadir dalam ruangan sidang ditanya secara bergiliran. "Mereka ditanya soal  adanya rekening dana kampanye paslon atas nama tim kampanye," ungkap Yoni.
     
Sementara Nasrul Abit setelah sidang menyebutkan bahwa pihaknya memang memberikan klarifiaksi terkait pembukaan rekening dana kampanye atas nama tim sukses/tim kampanyenya.
     
"Awalnya kami memang sudah buka rekening dana kampanye di Bank BNI atas nama paslon IP-NA. Namun setelah ada informasi dari KPU, bahwa kami bisa buka rekening kampanye atas nama tim sukses/tim kampanye, makanya kami buatlah rekening tersebut. Eh tak tahunya malah dipermasalahkan oleh orang lain," katanya.
     
Ia menjelaskan,  pembukaan rekening baru itu sudah ada persetujuan KPU, tetapi kenapa kini dipermasalahkan. 
     
Mendapati kenyataan ini, patut mempertanyakan kinerja KPU Sumbar seputar bocornya dokumen calon pada orang lainnya yang kemudian jadi titik awal persoalan masalah. 
     
"Sepengetahuan saya, yang punya data lengkap soal dokumen pencalonan dan rekening dana kampanye paslon hanyalah tim kampanye dan KPU Sumbar. Tapi kenapa hal itu bisa bocor keluar, tegas Nasrul Abit dengan sedikit nada kesal. 
     
Mestinya dokumen-dokumen seperti pihak yang terkaitlah yang memegangnya, Jangan sampai bocor keluar. Terus terang, kami dari paslon IP-NA tetap komit mengikuti aturan pilkada yang ada.
     
"Jika jauh hari memang tidak dibenarkan membuat rekening dana kampanye atas nama tim kampanye/sukses, tentunya tidak kami buat," ungkap Nasrul Abit.
     
Sementara, cagub Muslim Kasim usai berikan klarifikasi juga membenarkan membuka rekening dana kampanye paslonnya atas nama tim sukses/tim kampanye MK-FZ, diluar rekening dana kampanye atas nama mereka berdua.
     
"Pembukaan rekening baru itu juga atas persetujuan KPU. Kalau tidak mana mungkin kami mau buka rekening baru," katanya.
     
Ketika hal ini ditanyakkan kepada KPU Sumbar, komisioner KPU Sumbar Nurhaida Yetti menyebutkan tidak ada persetujuan dari KPU kepada masing-masing paslon membuka rekening dana kampanye calon atas nama tim sukses/tim kampanye.
     
"Yang ditugaskan menurut aturan PKPU No.8/2015 tentang rekening Kampanye calon, menerangkan rekening dana kampanye itu harus atas nama paslon masing-masing, bukan atas nama pihak lain,” tegas Nurhaida.
     
Ketika ditanya bahwa perubahan nama penanggung jawab rekening itu sudah dapat persetujuan KPU, nyatanya dibantah KPU. "Kalau memang ada persetujuan kami mana bukti hitam atas putihnya. Setahu kami tidak ada permohonan serupa itu disampaikan paslon kepada kami (KPU, red)," jelas Nurhaida.

Oleh: Derizon Y
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment