Bukan Demi Jabatan, Raun Ingin Membangun Samosir Bersama Rakyat

Drs. Raun Sitanggang - Ir. Pardamean Gultom
Samosir - Partukkoan 

Pembawaan santai namun tegas, nada bicaranya tajam dan fokus, keikutsertaannya bukan hanya semata karena kursi jabatan bupati. Kharisma itu ditunjukan oleh Drs. Raun Sitanggang, saat ditemui Abidan Simbolon dan Hatoguan Sitanggang dari Partukkoan di Huta Pahoda, Siriaon, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu, 16 September 2015. 

Semangat kerja dipadu dengan pangalaman birokrasi selama 34 tahun di Provinsi DKI Jakarta sebagai andalan Drs. Raun Sitanggang menjadi calon Bupati Samosir. 

Partukkoan menyinggung tentang kursi jabatan bupati hingga jabatan stategis di Ibukota Negara ini yang dilepaskannya. "Saya pulang ke Samosir bukan mencari tahta jabatan, tetapi berusaha dengan tenaga, pikiran, dan langkah untuk membangkitkan ketertinggalan Samosir," tegas Raun. 

"Karena harta bukan segala-galanya, ini sebuah panggilan (hati-red)." lanjut Raun. 

"Ketika harta saya cari, saya tinggal di Jakarta, saya mengabdikan diri bersama masyarakat di Samosir menuju arah yang lebih baik kabupaten kita ini." tegasnya menjawab Partukkoan. 

Drs. Raun Sitanggang mengatakan yakin dan bisa mengejar ketertinggalan Kabupaten Samosir, apabila amanah kepemimpinan dipercayakan masyarakat Samosir kepada Raun. Program 100 hari kinerjanya akan dirasakan secara konkret. 

Mengusung slogan "Au Do Ho - Ho Do Au," Raun membawa Ir. Pardamean Gultom sebagai pasangan calon Wakil Bupati Samosir dengan mengendarai motor politik dari Partai NasDem, PKB, dan PAN. Paslon resmi nomor urut 3 (tiga) di KPUD Samosir, itu menjelaskan arti luas Au Do Ho - Ho Do Au adalah kebersamaan, dan keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan. 

Dijelaskan Raun Sitanggang, kemajuan suatu daerah tidak hanya karena pemimpinnya, masyarakat memiliki peran sangat penting. Dan dari itulah forum komunikasi antar tokoh adat/tokoh masyarakat dibentuk jalinan kebersamaan juga gagasan karakter pembangunan. 

"Dalihan Na Tolu sebagai karakteristik budaya Batak, pertahanan inilah yang kita bangun menjadi pemikir, sehingga toleransi menjadi lebih kuat. Semakin berperan masyarakat, semakin tinggi kualitas pembangunan," terang Raun menyikapi kebersamaan masyarakat dalam peranan pembangunan Kabupaten Samosir. 

Untuk mencapai kemajuan Kabupaten Samosir, Drs. Raun Sitanggang mengatakan pelayanan dan kinerja aparatur pemerintah di Kabupaten Samosir harus melalui reformasi birokrasi yang meliputi kecepatan layanan administrasi kebutuhan masyarakat, melalui pelayanan terpadu malam hari di 9 kecamatan. 

Kemudian, disusul penempatan para pejabat dengan sistem lelang jabatan yang didahului uji kompetensi. Sementara, keterbukaan pemerintah dalam pengelolahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), secara terbuka dan transparan dengan berbasis teknologi informasi. 

Lebih lanjut, Raun menyinggung pemenuhan standar minimum kesejahteraan (upah) tenaga kerja harian lepas sesuai acuan upah minimum regional Kabupaten Samosir. Dalam hal pemberian tunjangan kesejahteraan pegawai, Raun akan memberlakukan tunjangan kinerja dinamis (TKD) dengan memperhitungkan beban tugas dan tanggungjawab serta kebutuhan sehari-hari. 

Terakhir, Raun akan meningkatkan kualitas koordinasi antar unsur pimpinan daerah dengan masyarakat dalam wadah forum komunikasi, serta memperbaiki komunikasi antara pemerintah dengan unsur gereja, tokoh masyarakat dan Raja Bius, dalam bentuk Forum Komunikasi Antar Gereja, Tokoh Masyarakat, Raja Bius. 

Dengan demikian, pelaksanaan program pemerintah yang sudah direncakan dengan tepat jumlah, tepat sasaran, tepat fungsi dalam berjalan baik atas dukungan dan partisipasi masyarakat Kabupaten Samosir.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment