Israel Keberatan Palestina Kibarkan Bendera di Markas PBB

Partukkoan – Samosir

Negara Israel pada selasa (01/09/2015) mengeluhkan pengibaran bendera Palestina di depan Gedung PBB, walaupun palestina secara de facto telah diakui kedaulatannya oleh 193 negara anggota PBB.

Meski telah diakui, usaha Palestina sampai saat ini belum juga berhasil secara penuh menjadi anggota PBB sehingga disebut sebagai Negara non anggota PBB.

Sementara, Majelis Umum PBB akan melakukan jajak pendapat pada 10 September terkait resolusi Palestina yang menyatakan bendera negara non-anggota seharusnya dapat berkibar di Markas Besar PBB, seperti negara-negara anggota penuh PBB.

Ron Prosor menulis Duta Besar Israel menulis surat keluhan tentang inisiatif Palestina tersebut kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden PBB tahun ini dari 193 negara Majelis Umum, Sam Kutesa dari Uganda.

"Selama 70 tahun, PBB hanya mengibarkan bendera negara anggota penuh," kata Prosor seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/9).

menurutnya, Palestina tidak pernah berkonsultasi tentang resolusi mereka. Prosor menyebut rencana pengibaran bendera Palestina adalah salah satu "penyalahgunaan PBB oleh Otoritas Palestina."

"Sekali lagi, Palestina lebih memilih untuk mengajukan poin yang mudah dan tak berarti di PBB, hanya karena mereka bisa," katanya.

"Sudah waktunya untuk tegas memberitahu mereka: ini bukan jalan menuju kenegaraan, ini bukan cara untuk menuju perdamaian," ujar Prosor.

Prosor juga menuduh Palestina menyesatkan PBB dengan berpura-pura bahwa rencana pengibaran bendera itu merupakan inisiatif bersama dengan Vatikan.

Sebelumnya, Vatikan merilis nota diplomatik yang menyatakan bahwa Vatikan tidak akan ikut mensponsori resolusi itu dan menuntut semua referensi Vatikan dalam hal tersebut dihapuskan dari rancangan resolusi itu.

Selanjutnya, Vatikan merilis pernyataan baru yang menegaskan bahwa Vatikan tidak keberatan dengan rancangan resolusi Palestina soal pengibaran bendera negara non-anggota PBB. Namun, Vatikan meminta untuk tidak disangkutpautkan dalam pengajuan rencana tersebut.

Vatikan menjelaskan bahwa pihaknya puas dengan status quo negara itu. Prosor mengatakan Vatikan merilis pernyataan kedua di bawah tekanan delegasi Palestina dan Arab. Hingga saat ini, baik Vatikan maupun misi Palestina di PBB belum memberikan tanggapan langsung terhadap keluhan Prosor tersebut.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment