Koreksi dan Evaluasi LKPJ Bupati Samosir Tahun Anggaran 2014

Drs. Lundak Sagala
Partukkoan - Samosir

Oleh: Drs. Lundak Sagala (Anggota DPRD Samosir periode 2004-2009/2009-2014)

Undang-Undang Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah No 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada pemerintah, LKPJ Kepala Daerah kepada DPRD, dan informasi laporan penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada masyarakat. 

LKPJ Bupati Samosir akhir tahun anggaran 2004 adalah hasil Pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Samosir tahun 2014 beserta penggunaan APBD Tahun Anggaran 2014. Selanjutnya untuk memberikan catatan dan rekomendasi untuk perbaikan dan penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan daerah pada masa yang akan datang. 

I. PEMBAHASAN & PENGANGGARAN 
1. RENCANA & PENGANGGARAN 
Rencana adalah sekelompok kegiatan yang belum dilaksanakan, dan setelah terlaksana dengan asumsi rencana itu terpenuhi. Kegiatannya terarah, terfokus pada suatu tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Kemudian dituangkan secara bertahap dan berkesinambungan melalui target RPJMD dan jangka pendek (RKPD) sesuai visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan. 

Dalam Rencana Strategis (Renstra) SKPD, unsur ini akan bermakna bila diberikan nilai kuantitatif dalam bentuk besaran angka atau data secara absolut atau persentase. 

- Besaran unsur perencanaan akan dipengaruhi latar belakang dan perilaku penyusunnya. Bila pimpinan atas yang mengambil inisiatif menentukan, maka besaran dimaksud cenderung memenuhi keinginan pimpinan tersebut, demikian juga bila lini pimpinan menengah atau bawah yang diberi wewenang untuk menyusun perencanaan tersebut, kemungkinan akan dipengaruhi latar belakang dan pola hidup mereka. Untuk itu hasil perencanaan juga bisa tergantung pada metode pendekatan yang digunakan. 

Menurut hemat saya, bahwa masih ada program dan kegiatan yang kurang berhasil, sebagai contoh tata letak embung air, tata letak kolam darat, perawatan jalan yang belum berkesinambungan, silpa yang begitu besar dan lain-lain. 

Hal kecil diatas adalah akibat perencanaan dan penganggaran yang kurang baik, tidak berkelanjutan, ada juga proyek tidak dapat dinikmati masyarakat sebagai akibat perencanaan yang kurang matang. 

Dalam kesempatan ini, perencanaan merupakan hal yang sangat bermanfaat. Pengalaman ini sangat berharga, sekaligus rekomendasi sebagai alat monitoring dan evaluasi terhadap kinerja pada tahun yang akan datang. 

2. INDIKATOR UTAMA KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DAERAH  

Pembangunan di Kabupaten Samosir secara bertahap dan berkelanjutan tentunya merupakan dambaan kita bersama, hal tersebut akan dapat mengatasi ketertinggalan, tepat guna, tepat uang, tepat sasaran, efisien dan efektif serta berbasis kinerja. 

3 (tiga) indikator utama dalam mengevaluasi keberhasilan pembangunan secara makro adalah sebagai berikut: 

  • Sudah sejauh mana Pembangunan menyebabkan terjadinya pengurangan kemiskinan? 
  • Sudah sejauh mana Pembangunan telah menyebabkan terjadinya pengurangan pengangguran? 
  • Sudah sejauh mana Pembangunan telah menyebabkan terjadinya pengurangan ketimpangan pendapatan? 
Apabila jawaban untuk ketiga hal di atas sudah baik, maka kita dapat memberikan penilaian bahwa telah terjadi dan sedang berlangsung proses pembangunan secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bukti Multy Player Efek pembangunan dan penganggaran telah menyentuh semua pihak. 

3. EVALUASI & REKOMENDASI TERHADAP PEREKONOMIAN MAKRO KABUPATEN SAMOSIR 

1. Struktur Ekonomi Salah satu indikator kemajuan ekonomi suatu daerah adalah perubahan struktur perekonomian daerah secara gradual dari sektor primer yang tradisional ke seluler, sekunder dan tersier yang relatif modern (Industri & Jasa). 

Struktur perekonomian Kabupaten Samosir dapat dilihat dari pergeseran 9 (Sembilan) lapangan usaha atas dasar harga konstan 2000 tahun 2009-2013 berdasarkan data BPS Kabupaten Samosir tahun 2014, dimana sektor pertanian masih merupakan penyumbang terbesar pada tahun 2013 sebesar 67,26 %, diikuti sektor jasa sebesar 18,67% dan sektor perdagangan hotel-hotel dan restoran sebesar 8,80% serta sektor lainnya hanya menyumbang 5,27%. 

Gambaran di atas menunjukkan perekonomian Kabupaten Samosir bergantung pada ketiga sektor tersebut. 

Seharusnya sangat diharapkan pergeseran yang signifikan dan meningkat dibidang perdagangan hotel dan restoran akan tetapi pada tahun 2009 distribusi persentase PDRB dari sektor ini, 8,71% dan pada tahun 2013 sebesar 8,90%. 

Jika mengacu kepada Visi Pemerintah Kabupaten Samosir, idealnya telah terjadi perubahan struktur perekonomian melalui pergeseran kontribusi sektor usaha. 

Rekomendasi: Perlu dikaji ulang pada tahun yang akan datang perencanaan dan penganggaran terhadap sektor sekunder dan tersier. 

2. Laju Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan PDRB lima tahun terakhir (2009- 2013) berdasarkan atas dasar harga berlaku dan berdasar atas harga konstan, pertumbuhan ekonomi secara umum mulai tahun : 2009 sebesar Rp. 1.519.319,- 2010 sebesar Rp. 1.669.603,- 2011 sebesar Rp. 1.835.397,- 2012 sebesar Rp. 2.019.689,- 2013 sebesar Rp. 2.240.761,- 

Rekomendasi: Meningkatnya PDRB ini berdampak pada naiknya kesejahteraan penduduk. 

PDRB Kabupaten Samosir mengalami trend pertumbuhan positif dari tahun 2009 sebesar 5,10% tahun 2010 sebesar 5,59%, tahun 2011 sebesar 5,96%, tahun 2012 sebesar 6,07% dan atas dasar harga konstan 2000. 

Rekomendasi: Apabila kita bandingkan dengan rata-rata laju inflasi sebesar ± 6%, maka pertumbuhan ekonomi diatas masih jauh dari harapan. 

3. PDRB Perkapita Hingga tahun 2013, PDRB Perkapita Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan:

-Pada tahun 2007 sebesar Rp. 7.439.000,
-Pada tahun 2013 sebesar Rp. 10.344.000,

Berdasarkan harga konstan dengan persentasepertumbuhan rata-rata 5,7%.Sementara PDRB perkapita berdasarkan hargaberlaku mengalami peningkatan pada tahun 2007sebesar Rp. 10.543.000,-, Tahun 2013 sebesar Rp.18.300.000,- dengan rata-rata pertumbuhan sebesar9,63%.

Rekomendasi: Data di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang secara terus menerus, selanjutnya perlu untuk mengetahui PDRB perkapitaril, dimana pengaruh kenaikan harga (laju inlasi) dalam hal ini masih diabaikan, disisi lain kita juga harus mengetahui penyebab ketimpangan pendapatan sekaligus mengatasinya. 

Keberhasilan perbaikan perekonomian ditandaidengan transformasi struktur perekonomian dariagraris/ pertanian ke sektor jasa. (Contoh kecil dengan berdirinya rumah makan)

Struktur perekonomian modern ditandai dengan semakin besarnya sumbangan pendapatan dari lapangan usaha sektor jasa, Industri pengolahan, listrik, gas, air bersih, bangunan/ konstruksi, perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, transaksi keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan.

Rekomendasi: Dari penjelasan di atas bahwa sedangterjadi proses pertumbuhan ekonomi, daritahun ke tahun selalu dalam fungsi menaik. Kemudianyang menjadi pertanyaan adalah:

4. BAGAIMANA DENGAN KEMISKINAN DI SAMOSIR..? 
Penyebab kemiskinan dipandang dari sisi ekonomi:

1. Secara mikro, kemiskinan muncul karena adanyaketidaksamaan pola kepemilikan sumberdaya yang menimbulkan diskriminasi pendapatanyang timpang. Penduduk miskin hanya memiliki sumber daya alam dalam jumlah terbatas & kualitasnya yang rendah.

2. Kemiskinan muncul akibat perbedaan kualitasdalam SDMKualitas SDM yang rendah berarti produktifitasnya rendah, yang pada gilirannya upahnyarendah. Rendahnya SDM ini karena rendahnya pendidikan, mungkin nasip yang kurang beruntung, adanya diskriminasi dan/ atau keturunan.

3. Kemiskinan muncul akibat perbedaan konsepdalam modal Penyebab kemiskinan di atas bermuara padateori lingkaran setan kemiskinan, adanya keterbelakangan ketidaksempurnaan pasar dankurangnya modal menyebabkan rendahnya produktifitas. 

Rendahnya produktifitas mengakibatkan rendahnya pendapatan yang mereka terima. Rendahnya pendapatan akan berimplikasi pada rendahnya tabungan dan investasi. Rendahnya investasi berakibat keterbelakangan.

Rekomendasi: Logika berpikir inilah sebagai bahan rekomendasi apa dan bagaimana kemiskinan di Kabupaten Samosir.

5. BAGAIMANA DENGAN KETIMPANGAN PENDAPATAN DI KABUPATEN SAMOSIR..?
Kajian dari indeks IPM dapat dilihat bahwa IPM Kabupaten Samosir menunjukkan kenaikan sepanjang tahun. Dimana tahun 2006 sebesar 72,75 sedangkan tahun 2013 menjadi 75,02. Rata-rata kenaikan sebesar0,34. Dari data di atas bahwa indikator kesejahteraan di Kabupaten Samosir meskipun masih berpendapatan rendah akan tetapi dalam hal upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat dinilai telah berada pada jalur yang tepat.

Rekomendasi: Perlu kajian yang mendalam tentangpemerataan pembangunan terutama desa tertinggal.

6. BAGAIMANA DENGAN PENGANGGURAN DI SAMOSIR..? 
Total penduduk Samosir tahun 2010 adalah 119.653Jiwa atau 28.934 RT, tahun 2013 sebanyak 121.924 jiwa atau 29.885 RT. Berdasarkan angka proyeksi penduduk pertengahan tahun 2011-2013 dari BPS Provinsi Sumut, rata-rata pertumbuhan penduduk Kabupaten Samosir mengalami kenaikan dibanding tahun 2010 sebesar 0,76%.

Dari penduduk di atas angkatan kerja yang tersediasebanyak 66.965 jiwa atau 89,02%. Angkatan kerja yang bekerja sebanyak 66.212 jiwa, sedangkan pengangguran terbuka sebanyak 753 jiwa, penduduk yang bersekolah sebanyak 3.334 jiwa, mengurus rumah tangga 2.159 jiwa dan lainnya sebanyak 2.770 jiwa.

Tahun 2013 penduduk 15 tahun ke bawah sebesar63,59% dan penduduk usia tua (65 tahun ke atas) sebesar 11,10%.

Rekomendasi:
1. Data di atas menunjukkan bahwa 100 orangusia produktif akan menanggung 63 oranganak dan 11 orang lanjut usia. Keseluruhanrasio ketergantungan mencapi 74,59%. Beban tanggungan usia produktif cukup besar, perlu pendataan yang jelas tentang akurasi data diatas untuk perbaikan pada tahun yang akan datang.
2. Jumlah pengangguran 753 orang agar dibuatpelatihan di BLK dan ditampung pada anggaran yang akan datang.

7. EVALUASI DAN REKOMENDASI TERHADAP KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
1.1. BELANJA DAERAH
1.1. Realisasi belanja sebesar Rp.571.323.529.754,- atau sebesar 84,32%, terdiri dari belanja tak langsung terealisasi sebesar Rp.280.911.572.640,- atau sebesar 92,92%. Belanja langsung terealisasi sebesar Rp.290.411.957.114,- atau sebesar 77,40%. Jika kita bandingkan target dan realisasi maka deviasi seharusnya pada kisaran plus dan minusdibawah angka 10%, namun pada tahun yang akan datang perlu koreksi yang mendalam terutama pada perencanaan anggaran.

Rekomendasi:
1. Belanja langsung hanya terealisasi77,40%, hal ini menunjukkan sangat jauh dari ± 10%, dimana selisih target dan realisasi sebesar 22,6%.
2. Pemerintah Kabupaten Samosir perlumencari faktor penyebab rendahnya penyerapan anggaran masing-masing SKPD dimaksud.
3. Kondisi di atas sangat mempengaruhi terhadap kinerja pelayanan publik. Khususnyauntuk program dan kegiatan,yang mendukung secara langsung terhadap upaya mewujudkan visi.
4. Semakin rendah pencapaian realisasi program dan kegiatan maka semakin rendah pula kuantitas dan kualitas pelayanan public yang diterima oleh masyarakat Kabupaten Samosir.

1.2. HUBUNGAN ANTARA BELANJA MODAL DENGANBELANJA PEMELIHARAAN PADA APBDTA. 2014 
Pengalokasian belanja modal idealnya harusberkaitan dengan perencanaan keuangan jangkapanjang terutama pembiayaan untuk pemeliharaan asset tetap. 

Kebijakan belanja modal harus diperhatikan konsep berbasis kinerja dimana, input, output,outcome, benefit dan infack sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah Kabupaten Samosir, artinya bahwa pengelolaan asset terkait dengan belanja pemeliharaan. Belanja modal berbeda dengan belanja operasional dan pemeliharaan, biaya operasional biasanya dirancang untuk 1 (satu) tahun belanja, sementara kebayakan anggaran belanja modal untuk beberapa.periode atau anggaran tahunan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap alokasi APBD untuk belanja operasional dan pemeliharaan.

Rekomendasi: Rendahnya pendapatan mengakibatkanbiaya pemeliharaan yang dibutuhkan perlu dikaji untuk belanja modal selanjutnya.

1.3. PENDAPATAN DAERAH
Pengelolaan pendapatan daerah ditempuh melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah. Pendapatan daerah TA. 2014 terelalisasisebesar Rp. 611.734.442.544,55 dari target Rp. 601.671.637.094,- atau sebesar 101,67%.

Secara teoritis, perencanaan anggaran pendatapandapat dikatakan akurat dan berhasil, pada kisaran toleransi plus dan minus dibawahanggaran 10%. 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perencanaan pendapatan TA.2014 relatif cukup baik.

Rekomendasi:
1. Perlu diperhatikan serius terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih relative sangat kecil
2. Intensifikasi dan Ekstensifikasi PAD agar target dan relalisasi lebih meningkat

8. EVALUASI DAN REKOMENDASI TERHADAP PENGEMBANGAN POTENSI INVESTASI KABUPATEN SAMOSIR

Dengan melakukan identifikasi terhadap potensi yang dimiliki, guna mengembangkan produk unggulan yang sesuai dengan keunggulan komparatif daerah.

Kabupaten Samosir perlu menentukan orientasi pengembangan ekonominya sesuai dengan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. 

Hal ini sangatpenting karena merupakan informasi bagi calon investor dalam menentukan kegiatan investasinya. 

Tentunya harus didukung oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai payung hukum yang tegas dan jelas. Selama ini investor yang ada hanya melirik kawasan hutan saja, sedangkan pada sekotr lainnya belum ada yang jelas. 

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalahmenarik investor untuk melakukan investasinya di daerahKabupaten Samosir, karena melalui kegiatan investasiakan memberikan dampak berantai (multi playereffect) bagi perekonomian.

Danau toba merupakan keunggulan absolute dipandang perlu menata dana dalam pengembangan sektor pariwisata dengan bukit barisan sekaligus melestarikannya.

Sumber daya alam juga cukup berpotensi untuk dikembangkan melalui pengembangan berbagai sektor seperti: pertanian tanaman pangan, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan lain-lain. Kemudian pendidikan, kesehatan dan juga pariwisata.

Untuk memberikan gambaran tentang investasi perlu adanya suatu penelitian yang comprehensive agar investor memperoleh masukan dalam membuat keputusan investasinya.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment