Laris Manis di Samosir, Air Minum Isi Ulang Perlu Pengawasan Ekstra

Ilustrasi/ Mesin yang umumnya digunakan dalam memproses air minum isi ulang
Partukkoan - Samosir

Kemasan Air Minum Isi Ulang yang ada di Samosir saat ini menjadi laris manis, hal itu karena bentuknya jernih, tidak berbau, dan sedikit terasa payau.

Namun meski demikian, Pemerintah Kabupaten Samosir diharapkan tetap melakukan pengawasan terhadap sumber air yang dibuat menjadi AMIU (Air Minum Isi Ulang).

Air mineral kemasan mulai dikenal di indonesia sejak tahun delapan puluhan. Promosinya yang gencar serta sosialisasi melalui event olahraga membuat air mineral kemasan sampai saat ini menjadi kebutuhan masyarakat.

Kesemuanya ini membuat bisnis air mineral berkembang pesat dengan berbagai merek dagang. Kemudian berkembang pula alat dispenser untuk kebutuhan rumah tangga, kantor, sekolah dan warung warung.

Kemudahan untuk memproduksi AMIU ini membuat kecenderungan pemakaian AMIU oleh masyarakat terutama di perkotaan semakin meningkat. namun demikian,metode dan kualitas prosesnya masih perlu dikaji dalam rangka pengamatan kualitas airnya yang memengaruhi kesehatan masyarakat.
                     
Kualitas Air

Kualitas AMIU yang di komsumsi masyarakat haruslah memenuhi persyaratan kesehatan dengan melalui uji laboratorium kualitas air minum. Berdasarkan standard methode for examination water and wastewater, pemeriksaan kualitas air minum dapat dilakukan dilaboratorium kesehatan lingkungan dinas kesehatan kota/kabupaten, laboratorium balai teknik kesehatan lingkungan(BTKL)-PPM Sumatra Utara, Laboratorium kesehatan Daerah Sumatera utara dan Laboratorium Sucofindo Medan.

Hasil pemeriksaan laboratorium ini merupakan persyaratan untuk mengurus izin perdagangan AMIU dari Disperindag. Pemeriksaan kualitas air yang diperdagangkan harus dilakukan secara reguler dan harus benar-benar dibawah pengawasan yang ekstra.

Sekarang, hampir setiap rumah yang ada di Kabupaten Samosir  memakai jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Akan tetapi kualitas air minum yang ada masih kurang baik, kadang air yang dihasilkan masih bercampur lumpur dan kotor, hingga akhirnya masyarakat banyak yang mengkonsumsi Air Minum Isi Ulang dari depot galon yang ada di samosir.

Herkules Naibaho warga Tano Ponggol sangat mengharapkan pihak PDAM Samosir untuk tetap memperhatikan kualitas air tersebut. Kemudian persoalan tarif harga air juga harus selalu di croschek.
“Kadang saya bingung, biasanya perbulan pembayaran saya hanya Rp. 15.000,- tapi akhir-akhir ini, saya bayarnya jadi Rp.60.000,/bulan” kata dia

Herkules sendiri akhirnya menggunakan jasa Air Minum Isi Ulang Galon di warungnya untuk keperluan konsumsi para pelanggan dan pembeli.

Oleh: Rebin Malau
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment