Peletakan Batu Pertama Hariara Sigurdung di Samosir berlangsung Sukses

Anggota Punguan Sitanggang Siopat Sada Ina saat melakukan ritual penghormatan kepada leluhur sebelum peletakan batu pertama Hariara Sigurdung Di Desa Lumban Pinggol Samosir

Partukkoan - Samosir

Peletakan batu pertama situs Hariara Sigurdung yang dilakukan pomparan Raja Sitanggang Siopat Sada Ina Selasa (01/09/2015) di Huta Hariara Sigurdung Desa Lumban Pinggol Kecamatan Pangururan Samosir berlangsung hikmad dan lancar.

Punguan (kumpulan-red) Sitanggang Siopat Sada Ina dihadiri oleh masing-masing perwakilan marga didalamnya, yakni Sitanggang Bau (Raja Tanja Bau), Sitanggang Lipan, Sitanggang Upar, Sitanggang Silo (Raja Pangadatan) dan Sitanggang Gusar serta Malau.

Menurut punguan itu, Hariara Sigurdung merupakan salah satu simbol parhundulan (partukkoan) Raja Sitanggang pada jaman dahulu dan dianggap sakral bagi warga setempat.

Pantauan wartawan dilokasi, prosesi acara peletakan batu pertama diawali dengan melakukan partonggoan (acara bisik-bisik) sebelum melanjut ke acara peletakan batu di lokasi Hariara Sigurdung yang diyakini warga sekitar sebagai tempat awal panosaran (penyebaran) marga Sitanggang ke seluruh penjuru.

Tokoh masyarakat Desa Lumban Pinggol B. Malau mengatakan, peletakan batu pertama itu merupakan sebuah upaya murni dari punguan siopat sada ina untuk menghormati warisan dari Raja Sitempang yang dianggap sakral.

"Wujud penghormatan dari keturunannya, dengan memugar atau melestarikan warisan ompungi, supaya generasi berikutnya dapat mengetahui salah satu tempat budaya marga sitanggang" ungkap pria yang sering dipanggil amani Ari itu.

Ditempat yang sama, hampir sependapat dengan itu, A. Hotjon Sitanggang mengaku terkejut melihat bentuk pohon hariara sigurdung tersebut, menurutnya pohon itu sangat unik, karena pohon dengan akar yang datang dari atas lalu jatuh kebawah.

"Dang adong dope hariara hubereng songonon, on ma bukti salah satu peninggalan ompunta najolo" (belum pernah saya lihat, pohon seperti ini, bentuknya unik dan memang terlihat sakral) katanya.

Menurutnya, dengan acara peletakan itu, diharapkan terjadi perubahan-perubahan kearah positif bagi seluruh keturunan Raja Sitanggang kedepannya.

Dalam pertemuan itu, Saut Marulak Sitanggang juga mengaku sangat terharu, ada kebanggaan bagi Marulak karena telah ikut melakukan pemugaran situs budaya peninggalan Raja Sitempang sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Sitanggang atau Raja Sitempang.

"Saya yakin melalui perkumpulan kecil ini, akan terjadi perubahan besar terhadap perkembangan Sitanggang di Samosir. Semua yang saya terima, baik "limper" yang saya punya itu karena restu para leluhur" ucap mantan Ketua Organda Samosir itu.

Selanjutnya, kegiatan itu tambahnya akan terus dilakukan, melihat dan menggali semua peninggalan Raja Sitanggang. Mencari sejarah melihat lebih dalam tentang Sitanggang.

"Ini baru awal dan akan terus berlanjut. Supaya generasi muda tahu khususnya sitanggang. Karena ternyata ada peninggalan yang sangat dekat dengan kita, bahkan dihalaman rumah kita, mestinya kita harus lestarikan dan rawat" ujarnya sembari terisak.

Dilanjutkannya, semoga dimasa mendatang keturunan Marga Sitanggang semakin terberkati, semakin maju dan tetap satu sependapat, sehingga menjadi maju dan dapat bersatu.

"Mudah-mudahan Sitanggang semakin berkarya dan semakin maju. Semakin bersatu" kata Amani Abet panggilan Saut Marulak.

Turut hadir dalam acara itu, A. Heni Malau, A. Benget Malau dari Pintubatu, A. Repen dari Sitanggang Bau Pasir, A. Relly dari Tanjung Bunga, sementara sebagai parjabu (Tuan Rumah) adalah Amani Mangihut Sitanggang.

Unik

Mengawali acara, sebagaimana diamati partukkoan, punguan siopat sada ina itu terlebih dahulu menyediakan beberapa bahan untuk dipersembahkan dalam ruangan khusus. Diantaranya antara lain, Pinahan Siroppur, Marsinarsar dan Namiatur serta Indahan Sokkuk.

Kemudian punguan itu memasuki ruangan untuk memanjatkan doa dan permintaan persetujuan agar acara pelaksanaan peletakan batu pertama tersebut berjalan lancar dan sukses.

Beberapa menit kemudian, acara peletakan pun dimulai, dengan sedikit langkah bergegas namun  santai anggota punguan menuju lokasi Hariara Sigurdung.

Saat itu, sedikitnya 30 an orang melakukan ritual dengan mempersembahkan Itak Putih ni lintang ni andalu, anggir pangurasan dan sawan sekaligus napuran tiar sebelum melakukan acara peletakan.

Dipimpin seorang dianggap pande yang juga berasal dari keturunan Raja Sitanggang acara berlangsung hikmada dan penuh sukacita. Masing-masing orang dari punguan itu juga ikut melakukan melakukan peletakan batu sebagai pondasi awal berdirinya bangunan berbentuk segitiga.

Tak seorang pun luput dari acara ritual itu, semuanya ikut meletakkan batu serta mengucapkan sepatah dua kata permintaan kepada Mulajadi Nabolon tentang perihal kehidupan yang mereka alami masing-masing. Hal itu terlihat ketika mereka meletakkan batu sembari bibir ikut juga komat kamit mengikuti gerakan tubuhnya.

Oleh : Frangki Silalahi
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment