Pembakaran Lahan Masih Terjadi Akibatkan Jarak Pandang Buruk

Ilustrasi
Partukkoan - Padang

Pembakaran hutan dan lahan masih berlangsung di dua pulau di Indonesia yakni Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan jarak pandang buruk.

"Pembakaran lahan masih ada, menyebabkan jarak pandang semakin buruk," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran Pers diterima wartawan.

Ia menjelaskan, kebakaran besar terjadi di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin Sumatera Selatan yang asap tebalnya menyebar ke Jambi dari Riau. 

Begitu pula kebakaran besar di Muaro Jambi memproduksi asap pekat. Akumulasi asap dari 3 provinsi yaitu di Sumsel, Jambi dan Riau menyebabkan jarak pandang terus memburuk. 

"Jarak pandang di Pekanbaru 500 m, Dumai 300 m, Pelalawan 200 m, Jambi 200 m, dan Palembang 1 km. Kualitas udara rata-rata tidak sehat," ungkapnya.

Hal yang sama tambah Sutopo juga terjadi di Kalimantan, Hostpot tersebar di Kalbar 33, Kalsel 133, Kalteng 190, Kaltim 42. Jarak pandang di Pontianak 400 m, Ketapang 500 m, Pangkalan Bun 700 m, Nanga Pinoh 200 m, Sampit 500 m, Palangkaraya 300 m, Muara Teweh 1.000 m, Sanggu-Buntok 100 m, dan Banjarmasin 200 m. "Kualitas udara rata-rata sedang hingga berbahaya," jelasnya.

Ia mengatakan, Pulau Kalimantan, asap menyebar hingga Serawak bagian barat. Hampir 80 persen wilayah Kalimantan tertutup asap. Sebagian sekolah masih banyak yang diliburkan seperti di Kalteng, Riau, dan Jambi. 

"Tiga provinsi telah menetapkan tanggap darurat yaitu Riau, Jambi, Kalteng, sedangkan Sumsel, Kalbar, Kalsel masih siaga darurat. 

Ia menjelaskan, upaya pemadaman dan penegakan hukum terus dilakukan oleh ribuan aparat. Namun kebakaran masih berlangsung. 

"Ada pembakaran baru, ada juga sisa kebakaran yang sebelumnya sudah padam namun terbakar kembali," ungkapnya.

Sementara itu Budi salah seorang wartawan Hallloriau.com saat dijumpai di Padang mengatakan, terpaksa harus mengurungkan niat berangkat ke batam dengan menggunakan pesawat. Ia pun akhirnya naik mobil ke Padang selanjut naik pesawat dari BIM Padangpariaman menuju Pekanbaru.

"Sejumlah maspakai penerbangan di Pekanbaru membatalkan penerbangan akibat kabut asap semakin pekat, dimana jarak padang semakin buruk," katanya.

Ia menjelaskan, Pembakaran lahan masih saja terjadi di sejumlah daerah Provinsi Riau, sehingga langit tidak lagi cerah. "Kabut asap tetap semakin pekat menyelimuti dua Provinsi Riau, mengakibatkan jarak pandang masih tetap buruk," ungkapnya.

Saat ini tercatat ratusan warga Provinsi Riau menderita sakit ISPA, dan tiga orang meninggal dunia akibat kabut asap tersebut.

"Pencermaan udara ini sudah ratusan warga derita ISPA dan tiga orang meninggal dunia," jelas Budi.

Oleh: Derizon Y
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment