Putriku menantiku hingga Subuh Hari

Partukkoan - Samosir

Kehidupan memaksaku harus berjuang dengan kuat, kehidupan yang sesungguhnya kini menjadi  alasanku untuk berjalan sesuai dengan "koridornya". Bukan karena beta suka berbuat baik, bukan karena beta ingin menjadi sesuatu yang makyus dihadapan orang lain, tapi kerana bocah-bocah tengik yang paling kusayangi selalu menceramaiku dengan kalimat-kalimat lugunya.

Aku bukanlah manusia suci, atau juga manusia yang penuh dengan kontroversi rohani, tapi aku adalah aku, dengan segala kekurangan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Aku bukan pula manusia yang jahat, tapi hanya manusia yang jahat karena kejahatan.

Saat ini, dikala jemariku berkutak di atas tombol  seluler seadanya, pagi dini hari, aku terkejut, bukan karena sebuah persoalan pertengkaran, bukan pula karena kasus kekerasan yang kerap aku dengarkan di bumi samosir menjelang pilkada ini, tapi aku terkejut tak kala aku melihat bayi kecilku belum juga memejamkan mata, meski jam telah menunjukkan pukul 24.10 Wib.

Saat aku membuka jendela rumahku, aku benar-benar bingung melihat bayi mungilku yang berumur 3 tahun belum juga tidur, sementara sang ibu sudah terlelap disampingnya dengan sejuta mimpinya.

"Pak, balu pulang kau, lama kali kau pulang pak" rilihnya bertanya sambil menghampiriku sembari tenggelam dalam peluk eratku.

"Iya ito, kenapa belum tidur boru" kataku penuh tanya. Sesaat Naomi namanya, bocah mungilku hanya diam tak menjawab. "Bapak kan cari uang boru, jangan marah ya inang, belum bobok juga ya, kenapa?" tanyaku sambil mengelus rambut gonjesnya yang sedikit berserak.

"Minum pak, haus" ucapnya. Spontan aku langsung membuatkan susu buatnya. Dengan gesit dan cepat kuramu dan kuracik susu kesukaannya. Memang aku sudah sangat mahir dalam membuat susu putriku, sebab sejak lahir aku selalu berpacu dengan malam untuk memastikannya tidak dalam keadaan haus.

Dalam hitungan menit, susu yang kuberi tadi dilahap dengan sempurna. Lega dan senang melekat padaku, namun tetap saja sejuta pertanyaan bernaung dalam benakku. "Mengapa malaikat kecilku belum juga tidur?.

Sayup matanya mulai terlihat, menandakan Naomi mulai mengantuk. Kupeluk erat dia, ku manjakan dengan sedikit lagu, akhirnya dia tidur dengan nyenyak. Sampai saat tulisan ini kutorehkan, aku masih saja berpikir, mengapa dia menungguku??
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment