Sampah Menghiasi Pinggiran Danau Toba

Tampak sampah menumpuk dipinggir jalan menuju Terusan Tano Ponggol

Partukkoan - Samosir

Danau Toba kini menjadi sorotan mata dunia karena dianggap menjadi salah satu keajaiban alam. sebab Danau Toba adalah danau kaldera terbesar di dunia yang telah diagendakan pemerintah dalam program Geopark Kaldera Toba (GKT) karena memiliki keunikan.

Namin ironisnya, Danau Toba seringkali mendapat "perlakuan" yang kurang baik. Sampah seringkali terlihat disekitar jalan yang terletak ditepi danau toba.

Salah satunya, wilayah jalan pinggiran danau toba yang terletak di sepanjang Terusan Tano Ponggol tepatnya di jalan menuju pasar tradisional tajur.

Disepanjang kanal ini, tanah para warga sekitar kena imbas rencana pembangunan jalan serta jembatan dengan sistem ganti-rugi, meski hingga kini pembangunan tersebut belum juga terlaksana sejak 4 tahun  lalu. Justru yang ada sepanjang pinggiran aliran air danau toba yang berbentuk Terusan ini menjadi "Gudang Sampah".

Beberapa warga Kelurahan Pasar Pangururan yang bertempat tinggal disekitar areal itu mengaku resah akibat menumpuknya sampah di sepanjang Kanal Terusan Tano Ponggol.

H. Naibaho warga sekitar beberapa waktu lalu kepada Partukkoan menyesalkan pihak kebersihan tidak tanggap akan situasi banyaknya sampah yang mengganggu pemandangan umum. "apalagi kalau musim hujan aroma busuk menyengat hidung akan timbul" ucap Naibaho

Naibaho juga menjelaskan kalau di musim kemarau disertai angin kencang, sampah plastik dan kertas beterbangan masuk ke air danau toba.

"Seandainya ini terus berlangsung atau didiamkan warga, kemungkinan besar Danau Toba bisa jadi penampungan sampah" katanya.

Hampir sependapat dengan itu, warga Lumban Pea Pangururan R. Malau mengatakan akibat pelebaran jalan di pinggiran Kanal Terusan Tano Ponggol semak belukar tumbuh subur di sepanjang jalan itu, pembuangan sampah menjadikan jalan ini gudang sampah dari persampahan pasar Tajur pangururan.

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui instansi-instansi terkait segera mengaspal jalan tersebut. dengan demikian semak belukar dan sampah dapat diatasi. Selain itu jalan di pinggiran terusan tano ponggol itu juga salah satu urat nadi pengangkutan hasil pertanian menuju pasar untuk dijual.

Oleh: Rebin E. Malau
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment