Unik, Pulau Berjalan di atas Pulau Samosir

Pulau berjalan yang terletak di Pulau Samosir dan di atas perairan pea arung
Partukkoan - Samosir

Berbicara mengenai pulau Samosir hal yang pertama sekali terlintas dalam benak adalah tentang keindahan Pulau Samosir. Pulau Samosir yang juga merupakan salah satu dari 10 pulau terunik didunia ini menyimpan berbagai keanekaragaman seni dan budaya. di tempat ini juga banyak dijumpai lokasi-lokasi wisata yang unik.

Diantara lokasi itu yang barangkali sudah sering kita dengar adalah Pusuk Buhit, Aek Sipitudai (Air tujuh rasa), Batu Hobon, Sibursok Mangalandong, Hariara Sigurdung dan lain-lain yang memiliki latar belakang cerita/ sejarah unik.

Salah satu yang akan diceritakan disini adalah salah satu lokasi yang tidak kalah uniknya dengan lokasi diatas, yaitu “Pulau Berjalan” yang letaknya ada di atas danau kecil dengan nama pea arung. lokasi ini terletak di kawasan Pangururan Kabupaten Samosir tepatnya di Desa Parbaba Dolok Kecamatan Pangururan.

Keunikan tempat ini tidak terlepas dari cerita warga setempat yang terkadang tidak dapat di terima oleh akal sehat dan warga sangat menyakini cerita tersebut sejak turun temurun.

Seorang Tokoh Masyarakat di Desa itu, Manurun Sitindaon menceritakan, bahwa jaman dahulu Pulau Berjalan itu berasal dari seekor ular besar yang sedang bersemedi dengan melilitkan dirinya sehingga membentuk kerucut tepat berada di tengah pea (danau) arung kecil tersebut. beberapa lama bersemedi/ bertapa tubuh ular itupun akhirnya ditumbuhi lumut dan membentuk suatu pulau.

Lebih lanjut diceritakannya, seperti cerita orang tua dulu lanjutnya, ular itu adalah merupakan sahabat dari Raja Sisingamangaraja yang memberitahukan jalan keluar dari hutan belantara ketika beliau tersesat di dalam hutan. " setelah menyelamatkan Raja Sisingamangaraja, mereka (Sisingamangaraja dan Ular/red) akhirnya berpisah di sekitar pea arung" kata Sitindaon.

Cerita ini juga diamini oleh warga sekitarnya, menurut warga banyak kejadian-kejadian aneh pernah terjadi di pea arung itu.

Salah satu kisah unik yang dialami warga, ketika seorang warga yang sedang memancing di danau tersebut karena kesal belum juga mendapatkan ikan setelah sekian lama menunggu, ia kemudian melontarkan kalimat kesal dengan bunyi "bah.. andigan be mangaloppa dekke on" (bah..kapan lagi memasak ikan ini) seketika itu ia mendapatkan ikan dari pea tersebut dalam keadaan masak.

Dataran yang berada di atas pea itu dikatakan berjalan karena hampir setiap hari Dataran tersebut berpindah tempat walaupun tidak ada angin kencang. bahkan pernah sekali warga menambat dataran itu namun yang terjadi malah tali tambatnya terputus.

Inilah kemudian yang membuat lokasi ini dikatakan unik dan sakral, sehingga tidak sembarang orang boleh berkata-kata kotor diarea tersebut.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Jusri Marbun

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment