Antara Adat, Budaya dan Agama

Partukkoan - Samosir

Suatu daerah maupun wilayah pasti memiliki kebudayaan masing-masing. Kebudayaan merupakan hasil dari cipta, rasa dan karsa yang menjelma sebagai budaya.

Menurut Edward Burnett Tylor Anthropolog kebangsaan Inggris, kebudayaan merupakan bagian dari pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia dalam bermasyarakat. Sehingga dalam hal itu, sangat jelas bahwa adat istiadat merupakan bagian dari kebudayaan.

Dalam pengertian lainnya, kebudayaan terdiri dari kata “buddhayah” yang berasal dari bahasa sansekerta yang berarti akal dan budi, sehingga kebudayaan tidak terlepas dari akal dan budi pekerti.

Sementara Prof. Dr. Koentjaraningrat, Antropolog pertama Indonesia menyebutkan, kebudayan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.

Itu artinya dari refrensi yang disebutkan di atas, jelas bahwa adanya proses belajar dan proses pengelolaan yang terdidik dan teratur membuat tatanan dalam bermasyarakat memiliki nilai yang selalu ditaati, bahkan sampai saat ini tatanan adat istiadat selalu digunakan dalam bermasyarakat.

Hoijer juga menjelaskan bahwa penggunaan simbol dalam proses pembelajaran di masyarakat merupakan hal dasar yang membedakan antara manusia dan binatang. Sebab simbol disini diartikan sebagai sesuatu hal yang dilakukan dengan cara hati-hati melalui pikiran dan tetap mempertimbangkan berbagai unsur lainnya.

Simbol atau tanda dibuat untuk menghadirkan sesuatu yang lain yang berkaitan satu sama lain. Simbol juga mengandung pengertian dan bernilai sejarah yang pada akhirnya akan tetap dipelajari generasi-generasi penerus dalam suatu kebudayaan, sehingga diharapkan dapat dilestarikan.

Menurut L.White, seluruh peradaban umat manusia yang dihasilkan selanjutnya akan dilestarikan hanya melalui penggunaan simbol - simbol. Seperti kalimat yang diungkapkannya, “Human behaviour is symbolic behaviour, symbolic behaviour is human behaviour”.

Pandangan hubungan antara Agama dan Budaya menjadi terbagi dua, yakni pandangan para filsafat yang mengatakan bahwa agama bukan dari kebudayaan sebab agama merupakan keyakinan hidup rohani pemeluknya kepada Tuhan. Sementara pandangan dari para antropolog dan sosiolog mengatakan bahwa agama adalah salah satu unsur dari kebudayaan.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment