Bulangbulang Untuk Pangdam

Mayjend Lodewyk Pusung
Partukkoan – Samosir

Bintang jasa tertinggi dalam adat Batak Toba atau sering disebut bulangbulang disematkan kepada Panglima daerah militer (Pangdam)  I/Bukit Barisan Mayor Jenderal (Mayjen) Lodewyk Pusung oleh para tokoh masyarakat di Desa Paraduan, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir, Sabtu, satu pekan lalu.

Bulangbulang adalah penghargaan gelar raja kepada seseorang yang dianggap kehadirannya berjasa pada masyarakat sekitar. Dan itu diterima Lodewyk Pusung ketika pencanangan penanaman pohon melalui program Toba Go Green.

Penyampaian bulangbulang ditandai dengan penyematan pakaian adat Batak yang langsung dikenakan Mayjend Lodewyk Pusung dan juga istri. Tokoh adat juga menyampaikan tonggo (doa-red) dan petuah untuk bekal menjalankan tugas dan mendapat perlindungan dan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kehadiran Pangdam 1/BB dianggap sosok sebagai Raja. Jenderal bintang dua itu dianggap sebagai pengayom di tengah-tengah masyarakat Paraduan. Hal itu dikatakan tokoh masyarakat Dominsius Gurning kepada Partukkoan.

"Bahwa yang datang itu adalah Raja maka diberikan simbol bulangbulang." Ujar Dominsius Gurning.

Menurut Dominsius, mewakili msyarakat Desa Paraduan, simbol bulangbulang diberikan kepada Lodewyk Pusung supaya lebih mampu melaksanakan tugas dalam melindungi dan membantu masyarakat sekaligus mengamati bawahannya.

"Supaya dia kuat mengemban tugas mengayomi masyarakat terlebih-lebih masyarakat kecil dan mengayomi anggotanya." Ujar Gurning.

Pangdam 1/BB Mayjen. Lodewyk Pusung diharapkan sebagai uluran pemikiran dan perhatian kepada masyarakat Desa Paraduan untuk rencana membuat bendungan air. Dominsius mengeluhkan sulitnya mendapatkan air di Paraduan, dan dengan kehadiran Pangdam dapat terwujud waduk penampungan air mengingat tanah tandus di desa itu.

"Masyarakat Paraduan berharap melalui Pangdam agar memerhatikan untuk merencanakan pembuatan bendungan atau waduk penampungan air karena tanah di Paraduan tandus karena ketiadaan air," pungkas Dominsius Gurning.

Kehadiran Pangdam 1/BB Mayjen. Lodewyk Pusung beserta jajaran yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian dari Universitas Sumatera Utara melaksanakan penanaman pohon di Desa Paraduan, Kecamatan Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir dalam Program Nasional Pencanangan Penanaman Satu Miliar Pohon di seluruh Indonesia.

“Gerakan ini disebut Toba Go Green dan sudah digagas di kawasan Danau Toba sejak pada tahun 2010 oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI. Lodewijk F. Paulus, dan akan terus berkelanjut" tegas Mayjen Lodewyk Pusung.

Pantauan Partukkoan, kedatangan Pangdam ke Desa Paraduan membawa perubahan, terutama semak di sisi jalan menuju desa itu dibersihkan. Juga penimbunan badan jalan yang dulunya menyerupai kubangan kerbau. Hal itu terlihat ketika alat berat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Samosir berada di lokasi melakukan pembersihan.

Kegiatan itu juga dihadiri Rektor Universitas Sumatera Utara Prof. Subhilhar, Ph.D, Plh Bupati Samosir Tombor Simbolon SH. MM, Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata Dept. Hotlier, Anggota DPRD Sumatera Utara Sarma Hutajulu, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Samosir Ir. Yunus Caisar Huturuk.

Liputan Abidan Simbolon
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment