Kabut Asap di Sumatera dan Kalimantan sedikit berkurang

Ilustrasi/net

Partukkoan - Padang

Kabut asap sedikit berkurang di sebagian wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan karena hujan turun di dua pulau tersebut.
    
"Hujan yang turun di sebagian wilayah di Pulau Sumatera dan Kalimantan menyebabkan pengurangan cakupan kabut asap pada hari ini," kata Staf BMKG GAW Kotobabang, Alberth ketika dihubungi dari Padang.
   
Ia menjjelaskan, intensitas hujan yang tinggi di bagian utara Sumatera mencegah dampak kabut asap menjangkau daerah ini.
    
"Intensitas hujan yang meningkat di Kalimantan juga mampu menurunkan konsentrasi polutan udara, yang masih bertahan di sebagian Kalbar dan Kalteng," ujarnya
    
Namun demikian, lanjut Alberth pantauan satelit menunjukkan bagian tengah dan selatan Sumatera masih tertutupi oleh kabut asap. 

"Seperti hari sebelumnya, sebaran kabut asap juga melintasi Selat Karimata, mempengaruhi kualitas udara di Singapura, Kepri dan Babel, serta bergabung dengan kabut asap dari Sumatera," ungkapnya.
   
Ia mengatakan, dampak kabut asap pada hari ini masih dirasakan di Prov. Sumbar. "Hujan yang turun di hari sebelumnya dan hari ini mampu sedikit meningkatkan kualitas udara di beberapa wilayah, namun belum secara optimal menghilangkan dampak kabut asap," katanya.
   
Ia menjelaskan bagian tengah dan timur Sumbar yang belum mendapatkan hujan secara merata masih dihadapkan pada kabut asap yang cukup pekat.
   
Berdasarkan monitoring konsentrasi PM10 di Bukit Kototabang pada hari ini secara umum berada pada kategori ISPU TIDAK SEHAT, dengan hanya satu jam berada pada level SANGAT TIDAK SEHAT.
   
"Kabut asap masih mempengaruhi udara di Kototabang, dan wilayah di Sumbar pada umumnya karena pemadaman karhutla dari hujan yang turun di bagian selatan Sumatera belum signifikan sehingga sebarannya masih mengarah ke wilayah lain," jelasnya.
   
Sementara itu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan hujan mulai turun di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan pada Selasa (27/10/2015) dan hari ini Rabu (28/10/2015).
  
"Hujan menyebabkan kepekatan asap berkurang, udara segar, dan jarak pandang menjauh," katanya.
  
Ia menjelaskan berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua pada 28/10/2015 pukul 16.00 WIB, hotspot di Sumatera 9 titik (Lampung 3, Sumsel 6) sedangkan di Kalimantan 282 titik (Kalteng 169, Kaltim 86, Kalsel 27)

"Hujan telah menyebabkan jarak pandang dan cuaca membaik. Di Padang jarak pandang 1.000 m berasap, Pekanbaru 1.200 m berasap, Jambi 1.700 m berasap, Palembang 2.000 m berasap. 

Kalimantan: Pontianak 10.000 m berawan, Ketapang 500 m guntur, Palangkaraya 600 m berasap, Banjarmasin 8.000 m cerah berawan," ungkapnya.
    
Begitu juga indeks kualitas udara (PM10) juga menunjukkan membaik. Jika sebelumnya Riau, Jambi dan Palangkaraya selalu level Berbahaya.
   
"Sore ini membaik kualitas udaranya. Di Pekanbaru 184 ugr/m3 tidak sehat, Jambi 252 sangat tidak sehat, Palembang (alat rusak), Pontianak 44 baik, Banjarbaru 33 baik, Samarinda 30 baik, Palangkaraya 416 berbahaya," jelas Sutopo.
   
Ia menambahkan, BMKG memprediksi, seminggu ke depan akan banyak hujan di Sumatera dan Kalimantan.
   
"Awan tersedia cukup banyak sehingga hujan buatan akan diintensifikan," ujarnya.

Oleh: Derizon Y.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment