KPU Sumbar Tutup Batas Penyerahan SK Berhenti Calon

Partukkoan - Padang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar secara resmi menutup tahapan batas penyerahan terakhir Surat Keputusan (SK) pemberhentian calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah sebagaimana Peraturan KPU (PKPU) 12/2015 yakni 60 hari pasca penetapan calon jatuh pada Jumat (23/10) sore. 
    
"Batas waktu pemberhentian calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah telah ditutup," kata  Anggota KPU Sumbar Nova Indra di Padang.
    
Ia menjelaskan, waluapun belum ada yang menyerahkan, namun KPU tidak akan membatalkan pencalonan kepala daerah maupun wakil kepala daerah yang belum dapat menyerahkan SK tersebut.
    
"KPU hanya meminta calon kepala daerah menunjukkan dokumen surat pengunduran diri yang disampaikannya kepada pejabat yang berwenang," ungkapnya.
    
Hal tersebut, tambah Nova, tertuang dalam Surat Edaran (SE) 706/KPU/X/2015 kepada KPU provinsi, Kabupaten atau Kota sebagaimana tindak lanjut dari hasil rapat tripartit KPU, Bawaslu, dan DKPP belum lama ini.
    
Nova Indra menyatakan, dokumen pengunduran diri tersebut dijadikan penilaian KPU masing-masing daerah untuk calon yang dianggap telah bersungguh-sungguh berupaya untuk memenuhi persyaratan dengan SK tersebut.
    
"Cukup satu saja, tunjukkan itu (surat pengunduran diri), bisa tunjukkan juga ada tanda bukti surat tersebut sudah diterima atau sudah dikirimkan," ujarnya.
    
Untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar yang hanya diikuti dua pasangan calon saja, dan dari dua pasangan calon itu hanya satu orang saja yang menyerahkan surat penguduran dirinya, yakni Nasrul Abit.
    
Mantan Bupati Pesisir Selatan ini sudah menyerahkan syarat tersebut beberapa waktu lalu. Sementara itu, dalam pilkada serentak yang dilakukan di 13 kabupaten kota dan satu pilgub itu, tercatat setidaknya ada lima orang anggota DPRD Sumbar periode sekarang yang mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati di empat kabupaten.
     
Lima anggota DPRD Sumbar yang mencalon itu adalah, Zulkenedi Said (Golkar) dan Syahiran (Gerindra) maju sebagai calon bupati Pasaman Barat. Kemudian Yulfadri Nurdin (PPP) maju sebagai calon wakil bupati Solok. Selanjutnya Sultani (PKS) maju sebagai calon wakil Bupati Tanahdatar, dan terakhir Trinda Farhan Satria (PKS) maju sebagai wakil bupati Agam.
    
Menyangkut surat pengunduran diri anggota DPRD Sumbar yang kini mencalon bupati atau wakil bupati di beberapa daerah, menurut Kabag Hukum, teknis dan Hupmas KPU Sumbar, Agus Catur Rianto, menyatakan, penyerahannya dilakukan di masing-masing kabupaten tempat mereka mencalon.
     
"KPU Sumbar hanya memproses Penganti Antar Waktu (PAW) saja. Sayangnya persyaratan PAW bagi lima anggota DPRD Sumbar yang ikut nyalon menjadi bupati dan wakil bupati itu belum diserahkan partai masing-masing kepada kami (KPU Sumbar, red)," katanya.

Oleh: Derizon Y.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment