Peluang Periklanan Digital

Ilustrasi
Partukkoan 

Kebiasaan manusia ikut berubah seiring perkembangan teknologi. Setelah bangun tidur, orang tidak lagi langsung mandi atau menonton televisi, umumnya saat ini ponsel adalah benda pertama kali yang dipegang. Melihat gambaran sederhana ini, peluang untuk pengembangan iklan digital melalui smartphone dengan koneksi internet dipandang cukup prospektif.

Managing Director-Platform Omnicom Media Group Aswin Regawa mengungkapkan, saat ini semakin banyak orang yang terikat dengan gadget mereka. Saat menunggu antrean dan mengisi waktu luang, orang akan cenderung memainkan ponsel. Ponsel juga digunakan untuk mengusir kebosanan. Di kota-kota besar yang kerap dilanda macet seperti Jakarta, orang akan memainkan ponsel ditengah kemacetan.

Apa saja aktivitas yang dilakukan dengan ponsel? Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan yang menarik. Aktivitas yang paling sering dilakukan melalui smartphone adalah messaging atau pengiriman pesan. Disusul dengan pengecekan status di media sosial, surel atau e-mail, pencarian informasi dan foto selfie.

Bukan tanpa dasar, Omnicom Media Group bekerja sama dengan Epinion merilis studi yang bertajuk "The Four Cs of Mobile Advertising" pada Rabu (23/9) lalu. Studi ini menjelaskan empat area kunci yang membantu navigasi permasalahan dalam periklanan mobile. Keempat area kunci tersebut adalah channel, context, content, dan connect.

Studi ini mengambil responded dari pengguna internet usia 15-54 yang juga mempunyai smartphone. Responded berasal dari sejumlah negara di Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Terkait dengan dunia periklanan digital, sebanyak 71 persen responded telah melakukan klik atau membaca iklan digital pada smartphone. Sekitar 38 persen sengaja di klik dan sebanyak 33 persen klik tidak begitu tertarik atau tidak sengaja di klik. Menurut riset ini pula, surel (surat elektronik) merupakan media yang efektif untuk beriklan.

"Email banyak dianggap sudah kuno. Tapi kenyataannya, e-mail masih menjadi saluran komunikasi yang efektif untuk menyampaikan informasi, termasuk iklan," kata Aswin.

Mengenai soal privasi, Aswin mengungkapkan sebenarnya sebelum pengiklan mengirimkan e-mail bersifat sapaan, biasanya terdapat informasi sebelumnya yang menyatakan kesediaan seseorang menerima e-mail atau tidak. Terdapat terms and condition atau syarat dan ketentuan.

Namun, kerap kali orang tidak memperhatikan hal ini dan langsung mengiyakan. Hal ini membuat pengiriman e-mail dari perusahaan yang beriklan bisa mendapatkan secuil data seperti nama dan alamat surel dan bersifat lebih personal. Hasil riset lainnya, sebanyak 77 persen responden menyukai iklan yang bersifat personal atau menyapa dengan nama pribadi atau memilih iklan yang bisa mereka pilih.

Secara tidak langsung hal ini menggambarkan periklanan digital mempunyai peluang besar ke depan.

Oleh: Irfan Maulana
loading...
Share on Google Plus

Tentang Dedi Sitanggang

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment