Sosialisasi Tentang Keberadaan Menara Telekomunikasi di Dairi

Partukkoan - Dairi

Sosialisasi terkait keberadaan menara telekomunikasi di Kabupaten Dairi dengan thema "Radiasi" diadakan di Gedung Aula Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Selasa (6/10/2015) yang dihadiri 40 orang peserta yang terdiri dari Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Drs. Datulam Ojahan Tua Padang, MM, Kepala Bidang Bina Usaha Roida Butar-Butar sebagai Panitia pelaksana, Narasumber dari Fakultas Teknik USU Ir. Surya Tramizi Kasim, M.Si dan rombongan, lurah, Kepala desa, pimpinan SKPD (mewakili), Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya.

Sosialisi itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Drs. Datulam Ojahan Tua Padang, MM.

Dalam sambutannya, Drs. Datulam Ojahan Tua Padang, mengatakan, pelaksanaan sosialisasi ini berdasarkan masukan-masukan mengenai fungsi, dampak serta tujuan keberadaan tower yang disampaikan oleh masyarakat ke Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. Untuk itu dirinya berharap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat akan lebih mengerti dampak negatif dan positif atas pembangunan tower yang ada di Kabupaten Dairi.

Ir. Surya Tramizi Kasim, M.Si dalam paparannya menyebutkan tentang Isu kesehatan terkait pancaran radiasi dari gelombang radio elektromagnetik dari transmitter pada menara telekomunikasi. Menurutnya, perlu disosialisasikan ke masyarakat akan kekhawatiran pertama (ancaman kesehatan) tidaklah terbukti dimana radiasinya jauh di bawah ambang batas toleransi yang ditetapkan WHO.

Kemudian, resiko atas tertimpa runtuhan tower apabila tumbang, dikatakannya, hal itu merupakan sangat penting untuk diperhatikan pemerintah dan penyelenggara dengan melakukan pengurusan Izin (IMB) terlebih dahulu dengan memperhitungkan resiko tersebut.

“maka persyaratan pendirian tower harus terlebih dahulu diproses dan di penuhi, seperti izin dari masyarakat sekitar dan jaminan keselamatan pemilik tower terhadap penduduk” katanya.

Sesuai penelitian dari WHO lanjutnya, pada pancaran gelombang dari BTS tidak terdapat radiasi yang membahayakan kesehatan manusia. Level batas radiasi yang diperbolehkan menurut standar yang dikeluarkan WHO (World Health Organization) masing-masing 4,5 Watt/m2 untuk perangkat yang menggunakan frekuensi 900 MHz dan 9 Watt/m2 untuk 1.800 MHz.

Sementara itu, standar yang dikeluarkan IEEE C95.1-1991 malah lebih tinggi lagi, yakni 6 Watt/m2 untuk frekuensi 900 MHz dan 12 watt/m2 untuk perangkat berfrekuensi 1.800 MHz.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment