Yayasan ADABIAH Liburkan Siswa Dua Hari Akibat Kabut Asap

Situasi Kabut Asap yang memprihatinkan

Partukkoan - Padang

Yayasan Adabiah Syarikat Oesman Adabiah meliburkan siswa mulai jenjang pendidikan TK hingga SMA akibat kabut asap melanda Kota Padang akibat kirman dari provinsi tetangga.
   
"Yayasan meliburkan siswa tersebut selama dua hari, yakni mulai Jumat (23/10) hingga Sabtu (24/10)," kata Bidang Hubungan Antar Lembaga Yayasan Adabiah Syarikat Oesman Adabiah, Indra Sakti Nauli (22/10/2015) di Padang.
    
Ia menjelaskan, libur sekolah ini atas kebijakan dari pihak yayasan dimana kondisi udara Padang tidak sehat khawatir anak-anak terkena ISPA.
    
"Pihak Yayasan melakukan rapat, untuk meliburkan siswa selama dua hari guna menghindari siswa terkena ISPA,"ungkapnya.
    
Selama liburan dua hari tambah Indra Sakti Nauli, siswa diberikan tugas meski tanpa proses belajar mengajar. "Sementara kekurangan jam belajar selama libur akan carikan waktu yang lain agar siswa tidak ketinggal pelajarannya," jelasnya
    
Ia mengatakan, sangat disayangkan Pemkot Padang tidak melakukan evaluasi indeks standar kualitas udara, lain halnya di Pekanbaru setiap hari ada evaluasi indeks standar kualitas udara.
    
"Warga tidak mendapat, hanya melihat secara kasat mata berapa jarak pandang untuk kendaraan," katanya.
    
Sementara itu Staf BMKG GAW Kotobabang, Alberth menyatakan, kondisi kabut asap di Provinsi Sumbar dirasakan lebih pekat pada hari ini, dari citra satelit menunjukkan hanya wilayah di sebagian Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Kepuluan Mentawai yang terhindar dari dampak kabut asap. Monitoring PM10 di Bukit Kototabang pada hari ini kembali memperlihatkan peningkatan konsentrasi yang sangat signifikan. Nilai PM10 maksimum pada hari ini mencapai 519 ug/m3, yang merupakan nilai tertinggi di tahun 2015. 
    
"Kualitas udara pada level ISPU BERBAHAYA pada hari ini juga bertahan selama 3 jam (pkl. 10.00 s.d. 12.00 WIB), yang juga baru pertama kali dirasakan di tahun ini. Hasil pada hari ini kembali menambah jumlah hari di Kototabang dengan level maksimum ISPU BERBAHAYA menjadi 5 hari," jelas Albert.
    
Ia menjelaskan, faktor penyebab peningkatan konsentrasi PM10 yang terukur di Kototabang pada hari ini mirip dengan hari sebelumnya. Hanya saja pada hari ini, akumulasi konsentrasi PM10 terjadi lebih awal, pada saat pemanasan permukaan belum terlalu optimal.         
    
"Hal ini juga yang menyebabkan kondisi berbahaya bertahan selama beberapa jam, selain ditambah dengan pergerakan udara yang membawa partikel pencemar dari sumber karhutla yang masih terus berlangsung," katanya.
    
Periode 'kritis' terjadinya akumulasi atau penumpukan konsentrasi PM10 karena kabut asap biasanya tidak sama, bergantung pada lokasi, cuaca pada saat itu, dan ada tidaknya sumber emisi lain. 
    
"Pada umumnya, pagi hingga siang hari adalah periode dengan peningkatan konsentrasi PM10. Namun ini tidak mutlak karena sebaran PM10 sangat sensitif terhadap perubahan cuaca yang bisa mempengaruhi konsentrasi yang terukur," ungkap Alberth.

Oleh: Derizon Y.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment