Dampak Tragedi Paris, AS dan Rusia Koalisi


Partukkoan - Paris

Tragedi Paris Jumat (13/11) yang menelan jiwa sebanyak 153 orang membuat dunia berduka. Bahkan jejaring sosial terbesar di dunia Facebook turut merasakan duka dengan membuat fitur turut berduka atas kejadian tersebut.

Selain itu, Amerika Serikat dan Rusia serta beberapa negara lainnya baik eropa maupun timur tengah menyatakan gencatan senjata dalam perang suriah yang berarti akur dan tidak terlibat dalam perang.

Meski demikian, khusus untuk ISIS, gencatan tersebut tidak berlaku. "untuk ISIS, gencatan senjata itu tidak berlaku" kata Menteri Luar Negeri AS Jhon Kerry seperti dimuat reuters Minggu (15/11/2015).

Perang berdarah ini kata dia telah sampai ke semua negara, maka saat ini saat yang tepat untuk menghentikan serangan berdarah di Suriah.

Presiden Prancis Francois Hollande berjanji tidak akan mengampuni serangan teror yang diklaim ISIS itu. Prancis merupakan salah satu negara dari koalisi pimpinan AS melakukan serangan udara di Suriah dan Irak.

Sabtu (14/11) lalu Hollande mengatakan dampak dari tragedi itu membuat Prancis dan Rusia memperkuat tekad untuk memerangi terorisme. 

Sementara itu, Negara Rusia melalui Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dalam konferensi pers bersama Kerry dan utusan PBB untuk Suriah memastikan koalisi Internasional dalam mengatasi ISIS. "Saya rasa pengakuan akan berkembang dari kebutuhan untuk menciptakan sebuah koalisi internasional yang efektif untuk melawan ISIS," ucapnya.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment