Ini Momen Kemeriahan "Sampuran" Pada Makrab Mahasiwa Asal Samosir Semarang

Fajar G. Siringoringo terpilih menjadi Ketua Pengurus Keluarga Mahasiswa Asal Samosir Semarang
Partukkoan - Semarang

"Taringot ahu, taringot ahu uju tinggal di huta... Taringot ahu tu angka dongan na uju i.." Sepenggal lirik itu kerap kali dinyanyikan oleh para muda-mudi (naposo) yang tinggal jauh dari tanah kelahirannya. Memang sebuah tantangan besar harus berkutat hidup jauh dari orang tua. Lagu itu dinyanyikan mahasiswa Keluarga Mahasiswa Asal Samosir Semarang di pinggir taman kampus sembari memetik gitar dengan senandungnya diiringi dengan keceriaan mereka.

Melepas kepenakan, memperarat persaudaraan, memperkuat identitas mahasiswa tersebut saat mengadakan malam keakraban pada hari Jumat sampai dengan Minggu (6-8/11) lalu.

Tiga hari dua malam bertempat di villa Charity Bandungan Kabupaten Semarang. Keluarga Mahasiswa Asal Samosir Semarang ibarat perahu dalam menampung semua anggotanya.

Malam keakraban saat itu mengusung tema yang sangat unik yakni SAMPURAN, singkatan dari Saoloan, Sapunguan dan Saburian. Sampuran (air terjun) mempunyai nilai filosofis yang sangat tinggi itulah alasan mengapa kata ini dipakai. Nilai yang terkandung didalamnya antara lain estetika, keunikan, keajaiban penuh makna, dan berada di tempat tersembunyi jauh dari keberadaan tetapi memiliki keindahan dibandingkan dengan sekelilingnya.

Maka dari itu  diharapakan mahasiswa asal samosir semarang memiliki karakter seperti sampuran. Dilihat dari etimologisnya SAMPURAN merupakan tema akronim (saoloan yakni satu tujuan, sapunguan yakni satu tubuh dan saburian yakni satu wadah).

Menarik untuk menilik apa saja kegiatan mereka selama 3 hari 2 malam saat itu. berikut ada 10 + 1 momen mengesankan yang dibagikan dari makrab keluarga mahasiswa asal samosir semarang.

1. Menikmati Sensasi Pembuka dengan Naik Truck

Waktu yang ditempuh ke lokasi Malam keakraban sekitar 45 menit dari kampus Universitas Diponegoro. Kali ini ada sensasi yang membuat para peserta harus terheran-heran, kaget dan menyenangkan ketika harus berdiri di atas box truck. Ada momen paling menarik ketika hujan turun saat dalam perjalanan. Apalagi jalan ke daerah makrab sangat berliku. Butuh konsentrasi banyak mahasiswa yang tak terbendung sehingga pada akhirnya memutuskan untuk tidur.

2. Perkenalan yang Mengejutkan

Setibanya di tempat Makrab peserta dan panitia mendapatkan sambutan hangat oleh teman-teman yang lebih dulu di sana. Tak lupa untuk baharui tenanga dengan makan malam bersama. Tak usah terlalu mewah, meski dengan nasi bungkus rasa kebersamaan sudah mulai terasa. Kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan dan pembukaan sungguh mengejutkan. Dari sini mulai terasa antusiasme para peserta dalam merasakan sensai makrab sesungguhnya. Melepas tawa dan membuka diri.

3. Senam Pagi Bersama

  
Salah satu hal dalam menjaga kesehatan agar tetap bugar dalah dengan melakukan olahraga. Rasa kantuk masih menerpa badan lelah masih jadi alasan. Tetapi semua itu tidak ada ketika semangat senam bersama dilakukan ditemani lagu maumere dan goyang dumang. Yang paling menarik di sini adalah setiap peserta secara bergantian mengganti gerakan senam seheboh mungkin.

4. Teriknya Panas Tak Dipedulikan Dengan Outbound Menyenangkan


Para peserta harus mengikuti permainan di enam tempat (pos) berbeda. Terlebih dahulu peserta dikumpulkan mejadi 6 kelompok. Setiap pos menyajikan permainan yang membuat kepala tergeleng-geleng. Berbeda dan memiliki esensi yang sarat akan makna. Salah satu permainan outbound yang paling disukai peserta adalah kapal titanic. Di mana tiap anggota kelompok harus berdiri di atas kertas lebar yang dilipat sekecil mungkin untuk memeperoleh nilai maksimal. Bayangkan jika ada 5 orang yang harus berdiri di atas lembaran tadi kemudian dilipat? Menyenangkan bukan?

5. Diskusi Mengenai Tanah kita “Samosir” 


Kali ini tempatnya in-door semua peserta dan panitia memasuki sesi diskusi bersama kakak senior tentang motivasi pendidikan, sharing personality, pengalaman, character building. Sangat menarik ketika membahas tentang Tema malam keakraban kemudian dikaitkan dengan kehidupan kearifan lokal masyarakat di sekitar danau Toba. Ternyata banyak peserta yang antusias menyampaikan argumennya mengenai pariwisata, lingkungan, perekonomian, pemerintahan di samosir.

6. Lepaskan Kesepianmu Ayo Bergoyang Bersama


Musik dengan volume keras diputar dengan bernada beat tak hentinya membuat banyak peserta dan panitia menghentakkan kakinya karena keasyikan menikmati lantunan bass yang super menggetarkan telinga. Lagu tor-tor diperdendangkan membuat pinggul dan kepala terhipnotis untuk ikut manortor bersama.

Tak ketinggalan acara pentas seni untuk saling membagi keceriaan dengan menampilkan drama musikal, dangdut bollywood genre komedi yang dikemas untuk ditampilkan ke seluruh penonton. Intinya adalah acara ini untuk menghibur semua peserta.

7.  Jebakan Malam untuk Angkatan 2015 yang Penuh Haru Biru

Jebakan paling spektakuler yang diskenariokan oleh para panitia untuk menjebak angkatan muda di sela-sela acara berlangsung akhirnya sukses. Antara tertawa, sedih, menangis, senang campur aduk melihat momen paling dinanti-natikan para panitia. Semua kakak angkatan atas memberikan teguran kata menjengkelkan kepada para mahasiswa semester awal. Bahkan banyak mahasiswa baru yang menangis seolah olah dimarahi tanpa sebab alasan yang tidak jelas. Tak terkatakan bagaimana semua panitia dan angkatan senior bekerja sama membentak dan menciptakan skenario untuk memberikan kejutan pada adik-adik angkatan baru.

8. Malam Penuh Harapan Lampion dan Api Unggun

Semua peserta tiba di lapangan dan mengelilingi api unggun seraya bernyanyi bersama. Para mahasiwa baru yang dijebak kemudian banyak yang tertawa dan tersenyum lebar melihat adegan spesial ini. Menutup malam kedua, seluruh peserta menyalakan lampion dan menerbangkan kertas harapan dan mimpinya ke udara untuk terbang bersama lampion menembus batas .


9. Ulang Tahun Pertama Keluargaku dan Terpilihnya Ketua Baru

Kemeriahan tak hanya di hari kedua, hari ketiga sekaligus hari penutupan yang sangat mendebarkan, pasalnya hari ini pemilihan ketua baru pengurus keluarga mahasiswa asal samosir semarang. Bukan hal yang gampang untuk mendapatkan calon ketua apalagi untuk mendapatkan ketua baru dari niatnya. Perjuangan mendapatkan kepercayaannya, memotivasi, setelah berkelimut dengan jalan yang susah, sangat rumit. Akhirnya Fajar G. Siringoringo meleburkan hatinya dan bersedia menjadi ketua pengurus baru keluarga mahasiswa asal samosir semarang.

Setelah mendapatkan calon yang baru akhirnya yang paling ditungu-tungu acara ulang tahun dies natalis yang pertama. Keseruan masih terasa. Goyang-goyang masih berjalan. Sangat menyenangkan.

10. Butet dan Ucok Samosir 2015

Memperat kekompakan sesama anggota angakatan mahasiwa baru dan menciptakan kecintaan sesama anggotanya. Maka dipilih ucok dan butet 2015 yakni Rinita dan Pormantis. Hal yang paling mereka senangi adalah ketika masih baru di sini sudah diberi reward yang membanggakan. Mereka ini akan menjadi wadah bagi teman-teman senagkatan mereka untuk saliaing berbagi.

+1. Cerita hidupku menemukan keluarga baru di tanah jiwaku mulai diterpa.... Seribu cinta untukmu yang tak bisa kusampaikan dengan kata dan raga. Tetapi kusampaikan dengan doa dan asa.

Oleh: March Hot Asi Sitanggang
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment