Ini yang perlu anda ketahui tentang kebiasaan update status Facebook

Partukkoan - Samosir

Masih ada yang belum punya akun media sosial. Ada banyak media sosial saat ini yang bertebaran di media maya, seperti Facebook (FB), Twitter, google plus dan lain sebagainya yang ada kaitannya dengan hubungan sosial antara satu sama lain.

Ada banyak manfaat yang diberikan namun tidak sedikit juga efek negatif yang timbul akibat media sosial tersebut. Efek yang terjadi akibat dari status yang dibuat tentunya berdampak pada kondisi sosial sosok pemilik akun bahkan menjadi target komiditi sesuatu.

Hal pertama yang akan dibahas kali ini adalah sedikit tentang efek positif dan negative dari penggunaan medua sosial tersebut.

Sebut saja facebook, media sosial dengan pengguna terbanyak di dunia ini memiliki banyaj manfaat tergantung "supir" yang menggunakannya.

Banyak peneliti yang meneliti kegiatan rutin update status fb mengungkapkan, bahwa seringnya update status di media sosial seperti Fb ternyata mampu mengurangi kadar stress atau depresi pada diri seseorang. Akan tetapi tidak menutupi kemungkinan bahwa seringnya update status di fb ternyata menggambarkan bahwa seseorang tersebut dalam kondisi yang stress.

Fenne Deter dari Universitas Berlin, peneliti kejiwaan (psikotes) bahwa seseorang yang sering update status di Facebook memiliki perasaan gembira, tidak merasakan kesepian Bahkan, tingkat depresi dan bahagia mereka juga tidak berubah dari hasil survei awal yang dilakukan.

Hal itu membuktikan, tingkat psikologi seseorang bukan berasal dari jumlah like atau komentar pada statusnya, namun kegiatan menulis status facebooknya justru membuatnya merasa akan tetap terhubung dengan dunia paling tidak dengan teman-temanya.

Tapi perlu juga kita ketahui bahwa kerugian maupun efek samping dari seringnya mengupdate status fb tidak sedikit. Ada beberapa kondisi yang sering kita temui ketika sering melakukan update status.

Gambara sifat dan jiwa seseorang ternyata dapat dipelajari dari status-status yang dibuat facebooker. Jiwa sosial dilapangan berbanding terbalik dengan status-status yang dibuat.

Kemunafikan sering kali muncul, status yang dibuat ternyata tidak menggambarkan kenyataan di dunia nyata. Dalam dunia medsos apa saja status yang dibuat menggambarkan sebuah sifat yang berjiwa sosial tinggi namun ternyata fakta menunjukkan bahwa apa yang dibuat tidak sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Dari sini peneliti kemudian menyebutkan sifat seseorang itu bersifat pembohong.

Ini yang paling sering terjadi, seringnya meng update status akan menghabiskan waktu sia-sia, apalagi jika status yang dibuat tidak memiliki manfaaf sama sekali. Selain waktu terkuras maka biaya hidup juga dipastikan akan bertambah. Coba dibayangkan jika dalam sehari biaya untuk itu dikeluarkan Rp. 10ribu per hari, maka untuk 1 bulan saja kocek yang dikeluarkan sebesar Rp. 300ribu.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment