KPU Sumbar Perbaiki Brosur Salah Cetak Visi Misi Paslon

Partukkoan - Padang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal memperbaiki brosur yang salah cetak visi-misi pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Sumbar.

"Brosur bakal diperbaiki dan segera diberitahukan kepada paslon, KPU juga minta maaf secara terbuka kepada masing-masing pasangan calon dan juga masyarakat Sumbar," kata  Ketua KPU Sumbar Amnasmen Sabtu (7/11) di Padang.

Ia menjelaskan, permintaan maaf itu dilakukan atas keteloran KPU dalam kesalahan berupa penempatan kalimat visi dan misi yang dapat merugikan paslon gubernur." Kami atas nama KPU Sumbar betul-betul teledor atas salah letak visi misi para pasangan calon tersebut.

Dan kami menarik kembali sebagian brosur yang terlanjur kami sebakan ke sejumlah KPU kabupeten kota,"ujarnya.

KPU Sumbar dirasakan keliru dalam percetakan brosur dimaksud demikian juga perusahaan percetakan juga tidak menanyakan kembali apakah ada koreksi atau perbaikan dilakukan sebelum dicetak. Amnasmen juga mengakui, brosur tersebut memang sudah diedarkan oleh Tim Sosialisasi KPU kepada para pengunjung Pesta Budaya Tabuik di Kota Pariaman.

"Kami baru menyadari adanya kekeliruan brosur tersebut pada saat Tim KPU mengedarkan kepada para pengunjung iven Padang Fiesta di Kawasan GOR H Agus Salim, Padang.

Setelah itu, pengedaran brosur langsung kami hentikan,"jelas Amnasmen.Sewaktu ditanya apa upaya KPU terhadap brosur keliru yang terlanjur mereka edarkan, Amnasmen menyebutkan pihaknya telah koordinasi denga paslon sekaligus membicarakan masalah kekeliruan tersebut.

KPU sudah bicara dengan masing-masing paslon. Dan mereka sudah mengetahui kekeliruan  itu," tambah mantan ketua KPU Kota Solok tersebut.

Sedangkan Komisioner KPU Sumbar lainnya, Nova Indra menyebutkan bahwa KPU mengakui kekeliruan yang dibuatnya."Mengatasi permasalahan ini, KPU sudah lakukan penarikan brosur yang salah tersebut," kata Nova Indra.

Ia menjelaskan, brosur yang diduga keliru itu, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar nomor urut 1 dan foto paslon Muslim Kasim dan Fauzi Bahar (MK-Fauzi) tertera visi dan misi paslon Irwan Prayitno dan Nasrul Abit (IP-NA), begitu pula sebaliknya, di bawah foto paslon IP-NA tertera visi dan misi paslon MK-Fauzi.

Dan informasi didapatnya, ada beberapa daerah yang sudah terbagikan brosur yang salah penempatan visi misi para paslon yang salah itu. Misalnya di Kota Pariaman dan Sijunjung.     

"Dan keseluruhan brosur yang salah itu banyaknya 1.500 lebar, semuanya akan segera ditarik peredarannya,"ujarnya.

Sementara Komisioner KPU Sumbar bidang Logistik, Fikon Dt Sati menerangkan bahwa KPU bisa lakukan pengadaan brosur yang salah cetak visi misi pasangan calon tersebut.

"Yang jelas kami belum bisa menentukan kapan pencetakan ulang ribuan brosur yang salah tersebut. Pasalnya, bagian Logistik harus tahu dulu berapa brosur yang salah itu,"katanya.

Dipihak lain, anggota Bawaslu Sumbar Aerma Depa mengaku sudah mendapat berita kekeliruan penempatan visi misi para pasangan calon tersebut dari asistennya kemarin. "Memang benar kami di Bawaslu dapat kabar dan infomasi soal kekeliruan penempatan visi misi para pasangan calon. Hanya saja bukannya bentuk laporan resmi, melainkan hanya laporan biasa tanpa mengisi bukti pelaporan yang disediakan Bawaslu," ungkapnya.

Visi misi para pasangan calon tersebut dipertanyakan oleh Ali Nurdin tokoh masyarakat asal Pariaman yang berdomisili di Kota Padang. 

Brosur dari visi misi para calon ada yang salah dan sudah beredar secara luas pada waktu puncak acara Pesta Budaya Tabuik di Kota Pariaman, Minggu 25 Oktober 2015 lalu.Akibat bertukar penempatan visi dan misi ini dapat merugikan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur, baik MK-Fauzi maupun IP-NA. Masyarakat pemegang hak memilih bisa beranggapan visi dan misi MK-Fauzi adalah milik IP-NA atau sebaliknya.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment