Kristalisasi Demokrasi Samosir


Partukkoan - Samosir

Kerinduan masyarakat sebelum dan sesudah pesta demokrasi atau pilkada serentak pada bulan Desember 2015, hadirnya seorang pemimpin yang amanah dan memiliki karakter yang mampu menyesuaikan diri dengan segala aspek perwilayahan meliputi potensi sosial, teritorial dan lokalistik (kearifan lokal) untuk dikemas, dikelola dan dikembangkan demi perbaikan citra kehidupan lebih layak bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa dibatasi faktor kehidupan, karena semua manusia berhak mendapat perlindungan, perhatian dan pelayanan pembangunan yang berkesinambungan.

Di depan mata kita beberapa pasangan calon pemimpin Kabupaten Samosir lima tahun kedepan, masing-masing memiliki pengalaman dan pendidikan yang mampu mewujudkan samosir akan lebih hebat kedepan dan lebih sejahtera, sesuai dengan jabaran politik yang didengungkan melalui visi dan misi dan disebarluaskan melalui alat peraga kampanye.

Untuk itu, wajar jika rakyat yang mendengar dan membacanya akan tertarik. Namun terlepas dari dukung mendukung, perlu dipelajari sejauh mana aktualisasinya nanti jika sudah terpilih, karena hal seperti ini sudah menjadi fakta umum ketika periode masa bakti berjalan, retorika sebelumnya berubah menjadi kepentingan semata.

"Suara rakyat adalah Suara Tuhan". Pernyataan ini perlu kita cermati, rakyat telah diberi Yang Maha Kuasa kewenangan supaya rakyat cerdas menetapkan yang terbaik untuk rakyat itu sendiri. Maka sebelum tanggal 9 Desember 2015, perlu meluangkan waktu untuk mempelajari dan memahami rekam jejak masing-masing para pasangan calon bupati.

Dengan merangkai seluruh informasi termasuk yang disampaikan melalui alat peraga kampanye (APK) serta kemauan dan kemampuan jejaring internal dan eksternal yang dapat memberi keyakinan kita akan kelayakan salah satu pasangan calon menjadi pemimpin di Kabupaten Samosir sehingga pengalaman masa lalu tidak terulang kembali.

Nasehat (Poda-bahasa batak) untuk masyarakat agar semakin cerdas, dengan memilih pemimpin yang visioner serta mampu membawa perubahan untuj semua bidang dan potensi yang ada di wilayah administrasi samosir demi Samosir Makin Sejahtera.

Suana politik selama 2 periode untuk pilkada menciptakan psikologis yang irrasional karena faktor transaksional sehingga pilihan menghasilkan apa adanya. Harus disadari, pendidikan politik relatif muda sejalan dengan usia Kabupaten Samosir baru 11 tahun.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita harus mendewasakan diri dalam berpolitik, karena perubahan ada di tangan masyarakat, ketika masyarakat salah memutuskan pilihan, maka dampaknya lima tahun kedepan akan terjadi stagnasi pembangunan, seperti perkataan orang batak, "Tinampul bulung sihupi pinarsaong bulung sihala, unang manolsol dipudi dada sipasingot naso ada". (***)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment