Pengaruh Outbound Terhadap Disiplin Pembelajaran Pendidikan Jasmani

Ilustrasi/ Net
Partukkoan - Samosir

Kemajuan di era modern sekarang ini, karakter dan ruang lingkup pendidikan telah berubah, pendidikan tidak hanya terbatas oleh kurikulum formal saja namun telah diperluas dengan pendidikan di luar sekolah. Seperti halnya Ilmu Keolahragaan, kini telah dapat dilakukan di alam terbuka dan merupakan salah satu bentuk aktivitas jasmani yang popular dikalangan masyarakat dan sering disebut dengan istilah outbound.

Pembelajaran Outbound dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental siswa seutuhnya, sehingga terwujud pembelajaran yang bermakna. Artinta siswa mampu membangun fisik dan mentalnya dengan belajar sambil bermain dimana melalui permainan outbound akan terbentuk suasana yang lepas, bebas, menyenangkan sekaligus atraktif yang akan menyentuh secara langsung terhadap siswa.

Berdasarkan uraian di atas, maka pelaksanaan pembelajaran outbound diharapkan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan dalam perkembangan pendidikan siswa secara khusus dibidang olah raga.

Dalam program pembelajaran outbound para siswa dilibatkan secara langsung dalam berbagai aktifitas sehingga siswa akan segera mendapat umpan balik tentang dampak dari kegiatan yang dilakukan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan diri setiap siswa dimasa yang akan datang.

Hal itu kemudian dapat diartikan bahwa proses belajar dari pengalaman dengan menggunakan seluruh panca indera yang kelihatan rumit memiliki kekuatan karena situasinya memaksa siswa memberikan respon spontan yang melibatkan fisik, emosi dan kecerdasan sehingga secara langsung mereka (siswa) dapat lebih memahami diri sendiri dan orang lain.

Outbound juga dikenal dengan sebutan media outbound activities yang dapat digunakan oleh guru sebagai metode pembelajaran yang dapat memberikan suasana kondusif untuk membentuk sikap, cara berfikir serta persepsi yang kreatif dari setiap siswa guna membentuk jiwa kepemimpinan, kebersamaan, keterbukaan, toleransi dan kepekaan yang mendalam yang pada akhirnya akan memberikan semangat, inisiatif dan pola pemberdayaan baru di lingkungan sekolah.

Pada kenyataanya, dilingkungan sekolah saat ini, proses pembelajaran di dalam kelas di dominasi oleh kegiatan belajar yang hanya mengarahkan siswa untuk menghafal informasi saja sehingga siswa dipaksa untuk mengingat dan menimbun informasi. Kondisi ini kemudian membuat pelajaran terpusat pada guru, yang berdampak pada rendahnya sikap disiplin siswa dalam proses belajar dan mengajar.

Berdasarkan hasil pengamatan penulis sebagai salah satu guru bidang pendidikan jasmani di SD Negeri 5 Lumban Pinggol, ternyata sikap disiplin siswa dalam proses pembelajaran masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) masih rendah.

Untuk itu sebagai upaya mencari solusi dari permasalahan tersebut bagi guru, penulis telah melakukan penelitian dengan membuat program belajar Outbund seperti yang telah diulas di atas.

Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan beberapa metode seperti, metode penelitian deskriptif, teknik random sampling dan menggunakan instrument angket agar mendapat data yang akurat terkait sistem pembelajaran bagi siswa dengan menggunakan teknik outbound.

Sementara itu, untuk studi kasus yang digunakan adalah sekolah SD Negeri 5 Lumban Pinggol Kabupaten Samosir dengan sample kelas hampir mencapai ratusan siswa yang ada, sehingga dari penelitian yang dilakukan ternyata terdapat pengaruh yang signifikan atas pembelajaran outbound terhadap siswa yang meningkatkan sikap disiplin dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. (***)

Oleh : K. Natalina Nadeak
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment