Rumah Tahanan Kelebihan Kapasitas, Polri Diminta Lebih Selektif Menahan Orang

ilsutrasi
Jakarta - Mantan Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, menilai membludaknya penghuni penjara di Indonesia disebabkan faktor eksternal. Dia menilai penjara Indonesia bisa kelebihan muatan karena buruknya sistem peradilan dan pemidanaan.

"Komplain dari pencari keadilan atau accses to justice bagi pencari keadilan sangat terbatas. Minim sekali yaitu cuma praperadilan, ini yang berakibat begitu tinggi kapasitas di Lapas," ujar Ifdhal dalam diskusi di Bakoel Kofe, Jl Cikini Raya, Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Menurutnya, karena minimnya akses untuk mencari keadilan bagi seorang tersangka, maka itu menyebabkan banyaknya orang-orang dimasukan ke tahanan sehingga menyebabkan kelebihan kapasitas di penjara.

"Makanya kita mendorong perlu ada suatu aturan pedoman dari pimpinan Polri untuk variabel yang sangat subjektif ini untuk bisa dibuat lebih objektif. Jadi dasar-dasar penahanannya jadi lebih jelas," ucap Ifdhal.

Senada dengan Ifdhal, Direktur ICJR Supriyadi, menilai kewenangan penyidik untuk menahan seseorang tidak tersentuh. Artinya, menurut Supri, seseorang haruslah ditahan dulu baru boleh mengajukan keberatan.

"Sistem penahanan di Indonesia tidak mengenal mekanisme izin dan kontrol dari lembaga lain. Tidak ada lembaga yang dapat mengawasi kewenangan penahanan yang dilakukan oleh penyidik, hal ini mengakibat penyidik benar-benar tidak tersentuh," papar Supri di kesempatan yang sama. (Det)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment