Upaya Meningkatkan Efektifitas Belajar Senam Lantai Guling Dengan Modifikasi Matras Buatan

Partukkoan - Samosir

Sarana dan Prasarana merupakan salah satu bagian yang strategis dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan kata lain, kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran turut mempengaruhi maksimal atau tidak maksimalnya ketercapaian tujuan pembelajaran.

Sarana yang lengkap tentunya mempermudah guru untuk mengejar target-target tertentu yang menjadi tujuan pembelajaran, begitu sebaliknya, sarana yang tidak lengkap akan menyulitkan bagi guru dalam mencapai target tujuan pembelajaran.

Kasus ini kemudian diteliti di salah satu sekolah yang menjadi tempat penulis dalam melakukan sistem pembelajaran. Sekolah dimaksud adalah SD Negeri 173741 Pangururan, dimana kondisi nyata di sekolah tersebut belum ada alat matras sebagai media pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif yang mengakibatkan target kurikulum menjadi sangat rendah.

Situasi dan kondisi ini pun sudah berjalan cukup lama di sekolah tersebut bahkan hingga saat ini belum juga memiliki matras.

Oleh karena itu, perlu sebuah pemecahaan masalah sederhana yang dapat dilakukan guru untuk menjadi sebuah metode bagi guru yang akan memunculkan pemikiran bahwa begitu perlunya sebuah media alternatif pengganti matras untuk digunakan sebagai pengganti matras dalam pengembangan proses belajar dan mengajar.

Dari permasalahan tersebut penulis akhirnya melakukan sebuah penelitian yang kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan dengan judul “Upaya Meningkatkan efektifitas Belajar Senam Lantai Guling Dengan Media Modifikasi Matras Buatan”. 

Hal yang pertama dilakukan adalah dengan membuat sebuah rumusan dan pertanyaan terhadap matras buatan dimaksud, yakni sejauh mana hasil belajar senam lantai guling depan yang dilakukan siswa dengan media modifikasi matras buatan tersebut serta respon yang terlihat pada siswa saat menggunakan media modifikasi matras buatan.

Tentunya semua ini dilakukan dengan hasil atau output yang maksimal terhadap target-target tertentu yang menjadi tujuan pembelajaran, karena keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan tergantung pada pada proses pembelajaran.

Jadi proses pembelajaran itu terjadi karena adanya kebutuhan yang harus dipuaskan dan mempunyai tujuan yang akan dicapai. Dapat dikatakan pembelajaran itu merupakan suatu pengalaman melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu.

Selain itu, dalam pembelajaran juga diwajibkan adanya sebuah media, dimana media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/ Materi pembelajaran. Contoh buku, film dan video selain itu, media pembelajaran juga dapat diartikan sebagai sarana komunikasi dalam bentuk cetak, pandang dan termasuk pada teknologi perangkat keras. Maka, dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan dan kemauan peserta didik untuk mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Bedasarkan hasil temuan, analisis data dan refleksi pada penelitian yang dilakukan penulis di SD Negeri 173741 secara khusus pada kelas VI dapat diambil kesimpulan, bahwa aktifitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran senam lantai guling depan dengan menggunakan matras buatan sebagai medianya dikategorikan aktif sebesar 75%.

Selanjutnya, aktifitas mengajar guru juga mengalami kenaikan sebesar 5% yakni dari 82% menjadi 82,5%. Itu artinya ada peningkatan system pembelajaran baik dari siswa maupun dari guru itu sendiri.

Walaupun matras yang digunakan adalah matras buatan dengan harga relative terjangkau, ternyata mampu memberikan ketuntasan belajar dan mengajar dengan mencapai tingkat efektifitas dan kepuasan yang tinggi.

Oleh : K. Natalina Nadeak
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment