Amerika Serikat dan China Akan Berunding Tentang Kejahatan Cyber

Partukkoan - Samosir

Pejabat tinggi AS dan China akan mengadakan perundingan pertama tentang keamanan cyber menyusul penandatanganan anti-hacking di Washington sesuai dengan kesepakatan bilateral pada bulan September lalu.

Menteri Keamanan China Guo Shengkun di Washington hingga Minggu akan bertemu dengan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Jeh Johnson kemudian Jaksa Agung AS Loretta Lynch juga diharapkan untuk ikut serta dalam diskusi itu. Demikian dilaporkan media Pemerintah China seperti diktutip dari Reuters Selasa, (01/12/2015).

Pertemuan itu dilakukan untuk memperbaiki hubungan bilateral setelah pihak Pemerintah China menarik diri dari kelompok kerja tahun lalu dalam menanggapi militer AS atas tuduhan dalam meretas atau hacking enam perusahaan di Negara Adidaya tersebut.

Persoalan keamanan cyber telah lama menjadi momok renggangnya hubungan antara Cina dan Amerika Serikat, meskipun hubungan ekonomi diantara dua negera tersebut terjalin baik.

Fakta menunjukkan bahwa, banyak negara melakukan cara lama dengan melakukan trik spionase atau memata-matai dengan jalur internet, namun khusus sistem komputer di sektor ekonomi hal itu sangat dilarang keras.

Awal bulan ini, Kelompok 20 negara sepakat untuk menyatukan sikap agar dilakukan pembatasan atas spionase pada sektor swasta hacking sebagaimana dalam sektro ekonomi itu.

Sementara beberapa pengamat telah melihat penurunan dalam kegiatan, kepala kontra intelijen AS Bill Evanina mengatakan awal bulan ini ia melihat "tidak ada indikasi" bahwa perilaku hacker China telah berubah.

CrowdStrike, AS perusahaan keamanan cyber, merilis sebuah laporan tak lama setelah kunjungan kenegaraan Xi di mana beberapa perusahaan AS mengklaim deteksi hacks berusaha terhubung ke pemerintah China.

Seperti dilaporkan The Washington Post, Senin, bahwa para pejabat telah menyaksikan penurunan hacks pada perusahaan-perusahaan AS sejak dakwaan tahun lalu.

China, Rusia dan Iran adalah beberapa negara yang paling produktif dalam melakukan hacking AS. Para pejabat AS secara pribadi menyalahkan Beijing untuk hack besar pada catatan pegawai pemerintah federal awal tahun ini dimana terjadinya hacking informasi pribadi lebih dari 22 juta pekerja pemerintah.
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment