Anak Samosir, Jalan Tanpa Alas Kakipun Ditempuh Demi Meraih Cita-Cita

Partukkoan - Samosir

Berjalan kaki sejauh dua kilometer sambil beriringiringan sesama mereka sepertinya merupakan hal yang biasa dirasakan anak-anak sekolah dari Pulau Samosir ini. Tak pernah terbesit dalam pikiran mereka untuk menyerah. Semangat untuk mendapatkan pendidikan menjadi dasar kekuatan mereka.

Saat itu, jelang siang hari sekitar pukul 13.30 Wib, dimana umumnya setiap insan manusia akan menikmati makanan dan minuman untuk melepas lapar dan dahaga, saat itu pula bocah-bocah polos ini berjejer berjalan bersama dengan seyum semangat yang tetap melekat diwajah seolah menyembunyikan peluh saat mereka harus melintasi jalan dakian sepulang dari sekolah.

“Ini adalah hal yang biasa bagi kami, yang paling penting, kami tetap sekolah, jarak bukan hambatan, asal ma hami boi sikkolah (Kami bisa sekolah)” kata mereka ketika ditegur sapa Partukkoan. 

Sembari menemani mereka berjalan, dan bercerita, terungkap bahwa angkutan ke sekolah mereka memang tidak ada. meski jaraknya jauh dengan jalan bebatuan terlebih saat hujan lebat para generasi muda samosir ini tidak pernah putus asa melangkahkan kakinya.

“Senang kalau jalan disini bagus-bagus, senang kalau ada angkutan. bisa cepat sampai.” kata mereka berharap.

Seperti diamati partukkoan, jalan yang dilalui juga tidak sempurna seperti di perkotaan, jalan yang masih tanah bercampur batu dan kerikil membuat mereka terkadang harus melepas sepatu mereka.
“Kalau ngga hujan, masih lumayan, kalau hujan tulang, harus buka sepatu. sipata olo ma hami marangan-angan boha asa boi denggan angka dalan” kata mereka sambil tersenyum-senyum.

Wajah polos dari mereka menunjukkan kemurnian mereka untuk tetap mengejar pendidikan. Semangat yang timbul membuat semuanya jadi mudah dilalui. Meski dalam hati mereka penuh harap suatu saat pemerintah memperhatikan mereka. 

Pemerintah Kabupaten Samosir dengan nilai potensi yang ada sudah semestinya melihat kondisi tersebut.

“Las do roha da molo denggan dalan nami on Tulang, marikkat nama hami anggo boi songon nadi kotai” kata mereka penuh harap.

Sementara, salah seorang tokoh masyarakat Samosir A. Simalango Warga Sidihoni mengaku miris melihat kondisi jalan tersebut. Meski demikian tetap bangga atas semangat para anak-anak samosir yang tetap senyum dan semangat menimba ilmu.

“itu yang membuat perbedaan, mereka akan menjadi tegar, kuat dan terus berupaya mencari ilmu. Dengan dasar itulah mungkin mereka akan ditempa menjadi manusia-manusia yang berkualitas” katanya.

Akan tetapi, lanjut dia, pemerintah juga harus memperhatikan mereka. Melihat kondisi mereka tentu membuat kita miris. “Ini yang perlu dilihat, pemerintah harusnya melihat kondisi itu. kasihan mereka, harus berjuang dengan keadaan. Padahal mereka adalah generasi penerus yang mestinya dibina dan diperhatikan” Pungkas Simalango. (P-02)
loading...
Share on Google Plus

Tentang Redaksi Partukkoan

Partukkoan.com merupakan Situs Online yang dikelola untuk memberikan Informasi yang akurat dan terpercaya di sekitar Wilayah Tapanuli dan Bonapasogit, partukkoan.com adalah kompasnya orang batak.
    Facebook Comment